KRESNA NUGRAHA SETIA PUTRA (2022) Perbandingan Wilkins score dan Cormier score Terhadap Luaran Pasien dengan Mitral Stenosis yang Menjalani Percutaneous Transmitral Commisurotomy. Other thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011728136304_HALAMA JUDUL.pdf Download (184kB) |
|
|
Text (BAB I)
011728136304_BAB I.pdf Download (41kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011728136304_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Skoring ekokardiografi merupakan faktor penting yang dapat digunakan untuk menilai luaran pasien mitral stenosis (MS) yang menjalani Percutaneous Transmitral Commisurotomy (PTMC). Hingga saat ini telah banyak studi mengenai sistem skoring pada penilaian kandidat PTMC. Wilkins score merupakan skoring ekokardiografi yang telah digunakan selama hampir 3 dekade. Cormier score merupakan alternatif skoring baru yang lebih sederhana untuk menilai kandidat PTMC. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Wilkins score dan Cormier score terhadap luaran pasien MS yang menjalani PTMC. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif observasional analitik. Subjek penelitian adalah pasien dengan diagnosis MS dengan atau tanpa regurgitasi mitral (MR) ringan yang menjalani PTMC di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Data diambil dari rekam medis pasien yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan ekokardiografi baik sebelum dan pasca dilakukan PTMC. Luaran yang dievaluasi antara lain keberhasilan PTMC dan komplikasi pasca tindakan PTMC. Hasil: Total didapatkan 31 subyek yang dilakukan tindakan PTMC, dengan luaran PTMC berhasil pada 25 subyek (80.64%) dan 6 subyek gagal (19.36%). Didapatkan beberapa variabel yang memiliki perbedaan bermakna antara kedua kelompok luaran PTMC yaitu MVA Planimetry (MVAP) post PTMC (p-value 0.013), ?MVAP post PTMC (p-value 0.049), MV gradient post PTMC (p-value 0.046),Wilkins score (p-value 0.038), dan Cormier score (p-value 0.041). Dari kurva ROCdidapatkan Cormier score lebih baik dalam memprediksi luaran keberhasilanPTMC (AUC 0.857 vs 0.723). Kesimpulan: Cormier score lebih baik dibandingkan Wilkins score dalam memprediksi luaran pasien MS yang menjalani PTMC. Wilkins score dan Cormier score memiliki hasil yang tidak cukup baik untuk memprediksi luaran komplikasi MR pasca prosedur PTMC Kata kunci: Mitral Stenosis, Percutaneous Transmitral Commisurotomy, Wilkins score, Cormier score
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.KKV 13 - 23 Kre p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Mitral Stenosis, Percutaneous Transmitral Commisurotomy, Wilkins score, Cormier Score | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kardiologi Dan Kedokteran Vaskular (Spesialis) | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 02:51 | |||||||||
| Last Modified: | 16 Sep 2026 02:51 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147076 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


