HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, DUKUNGAN KELUARGA, BREASTFEEDING SELF-EFFICACY, DAN SOSIO BUDAYA GIZI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BADUTA DI SUKU TENGGER

HAFIFAH RAHMI INDITA (2022) HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, DUKUNGAN KELUARGA, BREASTFEEDING SELF-EFFICACY, DAN SOSIO BUDAYA GIZI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BADUTA DI SUKU TENGGER. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101811233079_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (913kB)
[img] Text (BAB I)
101811233079_BAB I.pdf

Download (452kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811233079_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada anak sejak lahir hingga berusia enam bulan. Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh faktor-faktor dari ibu, bayi, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, dukungan keluarga, breasfteeding self-efficacy, dan sosio budaya gizi dengan pemberian ASI eksklusif pada baduta di Suku Tengger. Penelitian dilakukan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi case control. Besar sampel yang diteliti yaitu 57 ibu baduta diantaranya 28 ibu kelompok ASI eksklusif (kontrol) dan 29 ibu kelompok tidak ASI eksklusif (kasus). Sampel didapatkan dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner tentang karakteristik ibu, riwayat ASI eksklusif, sosio budaya gizi, dukungan keluarga, dan Breastfeeding Self Efficacy Scale Short Form (BSES-SF). Data dianalisis secara tabulasi silang dan menggunakan SPSS versi 20. Kelompok kasus dan kontrol sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik dan dukungan keluarga yang baik. Breastfeeding self efficacy tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok kontrol. Kelompok kasus dan kontrol tidak memiliki pengaruh budaya pada masa persalinan. Pengaruh sosio budaya pada masa menyusui lebih tinggi pada kelompok kontrol. Pengaruh sosio budaya pada masa baduta lebih tinggi pada kelompok kasus. Terdapat hubungan mengenai dukungan informasional keluarga (r=0,288; OR=2,56), praktik sosio budaya gizi pada masa baduta (r=-0,473; OR=0,13), dan breastfeeding self efficacy ibu (r=0,263; OR=2,93) dengan pemberian ASI eksklusif. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (r=-0,05) dan dukungan keluarga secara keseluruhan (r=0,139), dengan pemberian ASI eksklusif pada baduta. Kesimpulan penelitian ini yaitu ibu dengan dukungan informasional keluarga yang lebih rendah, mempraktikkan sosio budaya gizi pada masa baduta, dan memiliki breastfeeding self efficacy lebih rendah berisiko tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan selama ibu menyusui serta tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko MP-ASI dini bagi anak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM.G 43 - 23 Haf h
Uncontrolled Keywords: Breastfeeding Self Efficacy,Exclusive Breastfeeding, Family Support, Mother's Knowledge, Tengger, Toddlers
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsNIM
HAFIFAH RAHMI INDITANIM101811233079
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorLAILATUL MUNIROHNIDN198005252005012004
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 17 Sep 2026 07:27
Last Modified: 17 Sep 2026 07:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147367
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item