Hubungan Beban Kerja Mental, Faktor Individu, dan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja (Studi pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Semen Gresik)

AYU ADELA MIARTAMA, - (2022) Hubungan Beban Kerja Mental, Faktor Individu, dan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja (Studi pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Semen Gresik). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (295kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (59kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811133103-compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (888kB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Kelelahan kerja sering kali menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kerja maupun menurunnya produktivitas dan kinerja pada pekerja. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya kelelahan kerja, antara lain adalah beban kerja mental, faktor individu, dan shift kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis hubungan beban kerja mental, faktor individu, dan shift kerja dengan kelelahan kerja pada perawat rawat inap Rumah Sakit Semen Gresik. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan perawat di Rumah Sakit Semen Gresik, yaitu sebanyak 150 perawat. Besar sampel yang diperoleh adalah sebanyak 70 perawat rawat inap Rumah Sakit Semen Gresik. Teknik pengambilan sampel menggunakan kriteria inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancang bangun cross-sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner kelelahan kerja subjektif dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), observasi, dan wawancara. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah kelelahan kerja subjektif, beban kerja mental, usia, jenis kelamin, status gizi, masa kerja, dan shift kerja. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi spearman dan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan mayoritas responden (55,7%) mengalami kelelahan kerja subjektif ringan. Sebanyak 74,3% responden mengalami beban kerja mental tinggi, sebanyak 37,1% responden berusia 36 – 45 tahun, sebanyak 50% responden memiliki status gizi normal, sebanyak 51,4% responden memiliki masa kerja lebih dari sama dengan 5 tahun, serta sebanyak 81,4% responden sedang bekerja pada shift siang. Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja subjektif adalah status gizi (?=0,034). Faktor yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja subjektif adalah beban kerja mental (? =0,868), usia (?=0,087), jenis kelamin (?=0,757), masa kerja (?=0,082), dan shift kerja (?=0,082). Kesimpulan dari penelitian ini adalah status gizi menjadi salah satu faktor yang berhubungan langsung dengan kelelahan kerja subjektif. Saran yang diberikan adalah memberikan program pola hidup sehat serta memberikan pengetahuan mengenai pentingnya istirahat yang baik dan cukup.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM 61 - 23 Ayu h
Uncontrolled Keywords: kelelahan kerja subjektif, faktor risiko kelelahan, perawat
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
AYU ADELA MIARTAMA, -NIM101811133103
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorENDANG DWIYANTI, --
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 21 Sep 2026 01:59
Last Modified: 21 Sep 2026 01:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147538
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item