CAMPUR KODE DALAM TUTURAN YOUTUBE BOY WILLIAM TAHUN 2021: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Sri Rahayu, - (2022) CAMPUR KODE DALAM TUTURAN YOUTUBE BOY WILLIAM TAHUN 2021: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
121811133135 HALAMAN I.pdf

Download (356kB)
[img] Text (BAB I)
121811133135 BAB I.pdf

Download (68kB)
[img] Text (FULL TEXT)
121811133135.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Penelitian yang berjudul “Campur Kode dalam Tuturan YouTube Boy William Tahun 2021: Kajian Sosiolinguistik” bertujuan untuk mendeskripsikan (i) bentuk campur kode yang terdapat pada video YouTube Boy William tahun 2021 dan (ii) faktor-faktor yang mempengaruhi penutur menggunakan campur kode. Penelitian ini menggunakan teori sosiolinguistik, campur kode, dan faktor campur kode. Data penelitian diperoleh dari video YouTube “Boy William” tahun 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak, dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik catat diwujudkan dalam bentuk transkrip data. Data kemudian dianalisis dengan metode padan translasional dan metode padan pragmatis. Hasil analisis disajikan dengan metode formal dan metode informal. Hasil dari penelitian ini adalah pertama mengenai bentuk campur kode yang dikelompokan menjadi empat bentuk, yaitu kata dan frasa. Campur kode berupa kata meliputi kata benda yang berjumlah 26, kata kerja yang berjumlah 16, kata sifat berjumlah 23, kata keterangan berjumlah 11, kata interjeksi berjumlah 12, kata baster berjumlah 19, dan kata ulang berjumlah 1, tentunya dengan beragam tuturan namun penutur lebih sering mengucapakan kata seperti challenge, help, happy, more, loh, dan ngelike. Selanjutnya campur kode berupa frasa meliputi frasa nomina yang berjumlah 7, frasa verba berjumlah 4, frasa adjektiva berjumlah 13, dan frasa adverbia berjumlah 4, tentunya dengan tentunya dengan beragam tuturan namun penutur lebih sering mengucapakan kata seperti so fake, move out, dan me too. Campur kode tersebut terjadi disebabkan oleh sepuluh faktor, yaitu terdapat latar belakang pembicara berjumlah 4, mitra bicara berjumlah 2, modus pembicaraan, topik berjumlah 4, untuk sekedar bergengsi berjumlah 6, penggunaan istilah yang lebih populer 18, pilihan kata yang lebih singkat berjumlah 15, untuk memperhalus tuturan berjumlah 2, keterbatasan penggunaan kode berjumlah 9, dan terakhir budaya berjumlah 1. Pada faktor ini penutur lebih sering memilih bentuk campur kode dengan alasan penggunaan istilah yang lebih populer dan pilihan kata yang lebih singkat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FIB.I 70 - 23 Sri c
Uncontrolled Keywords: Code Mixing, Sociolinguistics, Boy Wlliam.
Subjects: P Language and Literature
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P101-410 Language. Linguistic theory. Comparative grammar
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsNIM
Sri Rahayu, -NIM121811133135
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorEDY JAUHARI, -NIP196310011992031001
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 22 Sep 2026 07:54
Last Modified: 22 Sep 2026 07:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147684
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item