NI NYOMAN METRIANI NESA (2022) FAKTOR RISIKO KONSTIPASI FUNGSIONAL PADA REMAJA SELAMA PANDEMI COVID-19. Other thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011929049301_HALAMAN JUDUL.pdf Download (277kB) |
|
|
Text (BAB I)
011929049301_BAB I.pdf Download (41kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011929049301_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (939kB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Konstipasi fungsional merupakan salah satu gangguan defekasi yang ditandai dengan buang air besar yang jarang, feses yang keras dan nyeri saat buang air besar. Prevalensi pada remaja berkisar 0,5-32,2 %. Adanya pandemi Covid-19 memberikan beberapa dampak pada populasi remaja. Studi meyebutkan adanya peningkatan perilaku sedentary/tidak aktif, screen time, stres psikologs, depresi dan konsumsi makanan cepat saji meningkat selama pandemi Covid-19. Studi lain menunjukkan adanya penurunan aktivitas fisik dan durasi tidur pada populasi remaja pada saat Pandemi. Studi pada populasi dewasa menunjukkan adanya penurunan aktivitas fisik dan peningkatan kejadian konstipasi fungsional selama pandemi Covid-19. Tujuan: Menunjukkan prevalensi konstipasi fungsional dan membuktikan bahwa aktivitas fisik, durasi tidur, screen time, makanan dan stres psikologis merupakan faktor risiko konstipasi fungsional pada remaja selama pandemi Covid-19. Metode: Suatu studi potong lintang, multi senter berbasis sekolah dilakukan setelah mendapatkan kelaikan etik dari Komisi Etik RS Dr Soetomo Surabaya. Studi dilakukan pada sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di 4 provinsi di Indonesia (Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur). Populasi penelitian adalah remaja usia 13-18 tahun yang bersekolah di SMP dan SMA di 9 kota di Provinsi tersebut. Konstipasi ditegakkan berdasarkan kuisioner Rome IV yang sudah divalidasi. Hasil: Sebanyak 3242 subyek dari 9 kota pada Provinsi Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur dan dimasukkan dalam penelitian. Lebih dari separuh subyek adalah perempuan (55,2%). Median usia adalah 15 tahun, sebagian subyek memiliki status gizi normal. Konstipasi fungsional didapatkan pada 706 remaja (21,78%). Gangguan defekasi yang paling sering dijumpai adalah buang air besar yang jarang sebesar 64,1%. Stres psikologis sedang dan berat, durasi tidur kurang dari 6 jam, tidak mengkonsumsi buah, mengkonsumsi sayur 1-2 kali seminggu dan tidak mengkonsumsi sayur merupakan merupakan faktor risiko konstipasi fungsional pada remaja dengan p < 0,05. Kesimpulan: Prevalensi konstipasi fungsional pada remaja di Indonesia setelah pandemi meningkat dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19. Stres psikologis, durasi tidur, diet (kurang sayur dan kurang buah) merupakan merupakan faktor risiko konstipasi fungsional pada remaja.
| Item Type: | Thesis (Other) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.KA 29 - 23 NI f | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | functional constipation; adolescent; risk factors; covid-19 pandemic; disorders of gut brain interaction | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kesehatan Anak (Sub Spesialis) | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:17 | |||||||||
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:17 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147719 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


