MODEL ARIMA UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA BARU DAMPAK PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI KABUPATEN PAMEKASAN)

Kurnia Ilahi (2022) MODEL ARIMA UNTUK MEMPREDIKSI JUMLAH AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA BARU DAMPAK PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI KABUPATEN PAMEKASAN). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101811133018_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
101811133018_BAB I.pdf

Download (457kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811133018_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

ARIMA merupakan salah satu model dari time series yang dapat digunakan untuk memprediksi data. ARIMA banyak digunakan dalam memprediksi suatu data, dikarenakan dapat memperkiran kejadian di masa yang akan datang, salah satunya untuk memprediksi jumlah Akseptor KB Baru dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Pamekasan. Mulai kemunculan pandemi Covid-19 pada 11 Maret 2020, proporsi jumlah Akseptor KB Baru menurun dari Maret sampai April 2020. Penurunan tersebut akan menghambat peningkatan pencapaian angka prevalensi kontrasepsi modern/ Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) sebagai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menyusun model ARIMA terbaik untuk memprediksi jumlah Akseptor KB Baru dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian non-reaktif atau tidak memerlukan umpan balik dari subjek penelitian. Populasi dan sampel yang digunakan adalah seluruh Akseptor KB Baru bulanan di Kabupaten Pamekasan. Data yang digunakan adalah data sekunder jumlah Akseptor KB Baru bulanan Januari 2016 hingga Desember 2021 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Pamekasan. Hasil penelitian dari ketiga pemodelan ARIMA yang telah dilakukan, ditemukan dua model terbaik, diantaranya ARIMA(1,0,0) dan ARIMA(1,1,1). Kemudian kedua model tersebut dibandingkan dengan menggunakan uji t tes berpasangan. Model terbaik yang didapatkan adalah ARIMA(1,1,1) dengan persamaan 0.0011(B)11Zt = 0.006 + 0.0001(B)at. Hasil prediksi dengan model ARIM(1,1,1) menunjukkan bahwa jumlah Akseptor KB Baru cenderung meningkat pada bulan Januari 2022 sampai Desember 2022. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meningkatnya jumlah Akseptor KB Baru menunjukkan bahwa belum terlihat jelas dampak dari adanya pandemi Covid-19. Namun, hasil prediksi dapat digunakan sebagai bahan rujukan dalam merumuskan suatu kebijakan. Disamping itu, untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan model ARIMAX dengan variabel exogen.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM 124 - 23 Kur m
Uncontrolled Keywords: ARIMA, new family planning, prediction
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
Kurnia IlahiNIM101811133018
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMAHMUDAHNIDN196901101993032002
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 30 Sep 2026 02:02
Last Modified: 30 Sep 2026 02:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148117
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item