PEBRIANA ANGGUN LISA PUTRI (2022) HUBUNGAN PROKRASTINASI KERJA DAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA PT. LINTAS BANGUN PERSADA JAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101811133115_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
101811133115_BAB I.pdf Download (546kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101811133115_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pekerja menjadi aset penting bagi sebuah perusahaan untuk keberlangsungan aktivitas kerja. Pekerja dituntut untuk bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan dan target perusahaan. Tanggung jawab dan tugas yang dimiliki tanpa adanya kontrol yang baik dapat menimbulkan stres kerja. Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya stres kerja, meliputi karakteristik individu, prokrastinasi kerja, dan beban kerja mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan karakteristik individu, prokrastinasi kerja, dan beban kerja mental dengan stres kerja pada pekerja PT. Lintas Bangun Persada Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat cross sectional. Penelitian ini menggunakan total populasi yang berjumlah 35 pekerja PT. Lintas Bangun Persada Jaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan kuesioner. Variabel yang akan diukur adalah tingkat stres kerja, karakteristik individu (usia, jenis kelamin, status pernikahan, masa kerja, tingkat pendidikan), prokrastinasi kerja dan beban kerja mental. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik korelasi rank spearman dan uji korelasi kontingensi. Penelitian ini menunjukkan mayoritas pekerja mengalami tingkat stres kerja sedang (80%). Mayoritas pekerja berusia 26-35 tahun (40%), berjenis kelamin laki-laki (68,6%), berstatus telah menikah (51,4%), dengan masa bekerja ? 5 tahun (62,9%), dan tingkat pendidikan Pasca Sarjana (47,7%). Pekerja PT. Lintas Bangun Persada Jaya mayoritas termasuk dalam tingkat prokrastinasi kerja sedang (48,6%) dan mengalami beban kerja mental sedang (42,9%). Analisis dan kesimpulan dalam penelitian ini adalah kuat hubungan usia (r=-0,158), masa kerja (r=-0,113), dan tingkat pendidikan (r=-0,023) dengan stres kerja adalah sangat lemah dan arah hubungan berlawanan. Kuat hubungan jenis kelamin (r=0,406) dan status pernikahan (r=0,433) dengan stres kerja adalah cukup kuat berhubungan. Kuat hubungan antara prokrastinasi kerja (r=0,351) dan beban kerja mental (r=0,377) sama-sama memiliki kuat hubungan cukup kuat dengan arah hubungan searah. Sehingga semakin rendah usia, masa kerja dan tingkat pendidikan maka semakin berisiko meningkatkan stres kerja, dan semakin tinggi tingkat prokrastinasi kerja dan beban kerja mental akan semakin berpotensi meningkatkan stres kerja. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan pengawasan dan pengendalian administratif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM 125 - 23 Peb h | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Work Stress, Work Procrastination, Mental Workload. | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 04:10 | ||||||
| Last Modified: | 30 Sep 2026 04:10 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148139 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


