HUBUNGAN ANTARA ASUPAN SERAT, ZAT GIZI MAKRO, KEBIASAAN KONSUMSI JAJANAN DAN AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA ANAK SEKOLAH DASAR

RIZA AMALIA, - (2022) HUBUNGAN ANTARA ASUPAN SERAT, ZAT GIZI MAKRO, KEBIASAAN KONSUMSI JAJANAN DAN AKTIVITAS SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA ANAK SEKOLAH DASAR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
cover.pdf

Download (308kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (63kB)
[img] Text (full text)
101811233073.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

"Angka status gizi lebih pada anak sekolah dasar tinggi (39,8%). Status gizi lebih terjadi karena ketidakseimbangan energi. Banyak faktor terjadinya status gizi lebih meliputi asupan serat, zat gizi makro, kebiasaan konsumsi jajanan dan aktivitas sedentari. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan serat, zat gizi makro, kebiasaan konsumsi jajanan dan aktivitas sedentari dengan status gizi lebih pada anak sekolah dasar. Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dilakukan pada bulan Februari-Juni 2022. Besar sampel 98 anak di SDN Pacar Kembang IV Surabaya dipilih secara proportional random sampling. Data didapatkan meliputi karakteristik orang tua dan anak sekolah, asupan serat, zat gizi makro, kebiasaan konsumsi jajanan (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire), dan aktivitas sedentari (Sedentary Behaviour Questionnaire) serta pengukuran tinggi badan dan berat badan. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan korelasi koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden aktivitas sedentari rendah (54,1%) tinggi, dan asupan energi (40,8%), protein (68,4%), dan karbohidrat (39,8%) berlebih serta lemak (48%) dan serat (90,8%) kurang. Kebiasaan konsumsi jajanan meliputi energi (82,7%), protein (61,2%), lemak (79,6%), dan karbohidrat (85,7%) berlebih. Hasil bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan aktivitas sedentari (p=0,414), asupan serat (p=0,477), asupan energi (p=0,189), asupan lemak (p=0,236), dan asupan karbohidrat (p=0,279), serta kebiasaan konsumsi jajanan meliputi energi (p=0,563), protein (p=0,182), lemak (p=0,276), karbohidrat (p=0,747) dengan status gizi lebih. Terdapat hubungan asupan protein (p=0,036; r=0,252) dengan status gizi lebih. Kesimpulan semakin tinggi asupan protein maka semakin mengalami status gizi lebih. Tidak terdapat hubungan serat, energi, lemak dan karbohidrat serta kebiasaan konsumsi jajanan (energi, protein, lemak dan karbohidrat), aktivitas sedentari dengan status gizi lebih. Anak sekolah disarankan meningkatkan konsumsi sumber serat seperti brokoli, kacang panjang, apel dan jeruk serta alpukat sumber lemak baik. Orang tua menghimbau anak saat bermain ponsel serta mengajak beraktivitas di taman. "

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM.G 14 - 23 Riz h
Uncontrolled Keywords: Primary School, Overweight, Fiber Intake, Macronutrients, Snack Consumption Habits, Sedentary Activity.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA428-428.5 Public health laboratories, institutes, etc.
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM
RIZA AMALIA, -NIM101811233073
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorLailatul Muniroh, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 02 Oct 2026 02:56
Last Modified: 02 Oct 2026 02:56
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148322
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item