Elisse Septiani Wiyanti (2022) Pelaksanaan Lelang Terhadap Hak Atas Tanah Berupa Harta Warisan Yang Belum Dibagi. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
032014253022 COV.pdf Download (579kB) |
|
|
Text (BAB 1)
032014253022 BAB 1.pdf Download (124kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
032014253022.pdf Restricted to Registered users only Download (706kB) | Request a copy |
Abstract
Perjanjian Kredit merupakan perjanjian pokok, sehingga Bank akan meminta jaminan yang diikat dengan perjanjian tambahan. Jaminan tersebut digunakan sebagai pelunasan utang dari fasilitas kredit yang telah diberikan oleh Bank. Jaminan yang diberikan dapat berupa jaminan perorangan maupun jaminan kebendaan. Jaminan tersebut tidak hanya dapat diberikan oleh Nasabah sendiri, namun juga dapat diberikan oleh orangtua yang menjamin utang milik anaknya. Hal ini seringkali dapat menimbulkan masalah apabila anak sebagai Nasabah wanprestasi. Apabila Nasabah wanprestasi, Bank akan melakukan lelang terhadap jaminan milik orangtua yang telah diserahkan kepada Bank. Apabila orangtua sebagai pemilik jaminan meninggal dunia, maka jaminan yang telah diserahkan tersebut akan diperebutkan oleh para ahli waris yang menuntut haknya atas harta warisan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yang menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Tesis ini membahas mengenai kedudukan Bank sebagai penerima hak tanggungan apabila pemberi hak tanggungan meninggal dunia. Selain itu, tesis ini juga membahas mengenai keabsahan pelaksanaan lelang dengan objek hak tanggungan yang merupakan harta warisan yang belum dibagi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Bank berkedudukan sebagai kreditur preferen yang mempunyai hak untuk didahulukan ketika pemilik jaminan meninggal dunia serta lelang hak atas tanah yang dilakukan atas harta warisan sah apabila perjanjian yang mendasari lelang tersebut sah dan dilakukan sebelum pemilik jaminan meninggal dunia. Oleh sebab itu, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) diharapkan memberikan pemahaman kepada pemilik jaminan mengenai kedudukan Bank sebagai kreditur preferen ketika jaminan diikat dengan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) serta pembagian harta warisan dapat dilakukan setelah pelaksaan lelang objek hak tanggungan dilaksanakan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 T.FH.K.43/22 Eli p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | lelang, hak atas tanah, harta warisan. | |||||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP174-190 The practice of Islam K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB479 Private law (General) |
|||||||||
| Divisions: | 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | |||||||||
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 08:19 | |||||||||
| Last Modified: | 02 Oct 2026 08:19 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148409 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


