HUBUNGAN KUALITAS HIDUP IBU DENGAN MASALAH MENTAL EMOSIONAL ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19

AULIYA SYAFI'URROCHMAH, - (2022) HUBUNGAN KUALITAS HIDUP IBU DENGAN MASALAH MENTAL EMOSIONAL ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011911133164 HALAMAN I.pdf

Download (619kB)
[img] Text (BAB I)
011911133164 BAB I.pdf

Download (47kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911133164.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup adalah persepsi individu mengenai posisi mereka di dalam kehidupan pada konteks budaya dan sistem nilai dimana mereka hidup dan berhubungan dengan tujuan, harapan, standar dan hal-hal lain yang menjadi perhatian mereka (WHOQOL Group, 1995). Kualitas hidup seorang ibu yang menurun selama masa pandemi COVID-19 dapat menjadi salah satu penyebab menurunnya kesehatan mental emosional anak. Berdasarkan data dari Riskesdas 2020, diketahui bahwa pravelensi gangguan kesehatan mental anak di Indonesia meningkat cukup tinggi yaitu 9,6%. Sebagian besar gangguan kesehatan mental dimulai sejak masa kanak-kanak sehingga penting bahwa kebutuhan kesehatan mental diidentifikasi sejak dini dan dirawat selama masa perkembangan anak. Oleh karena itu, peningkatan kualitas hidup dari seorang ibu sangat diperlukan dalam hal menjaga kesehatan mental emosional anak. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kualitas hidup ibu dengan masalah mental emosional anak di masa pandemi COVID-19. Metode : Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik deskriptif dengan metode cross-sectional dan uji Spearman. Penelitian dilakukan di SDN Gayungan 1 Surabaya pada bulan April-Mei 2022. Sampel penelitian adalah 80 ibu dari siswa/siswi kelas 1-6 tahun ajaran 2021-2022 di SDN Gayungan 1 Surabaya. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan kualitas hidup baik sebanyak 21 orang (26,3%) dan kualitas hidup sedang sebanyak 59 orang (73,8%). Berdasarkan skala kekuatan dan skala kesulitan, mayoritas anak memiliki kesehatan mental emosional normal yakni 68 orang (85%) dan 67 orang (83,8%). Analisis Spearman menunjukkan nilai p = 0,979 dan 0,582 (p<0,05). Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa tidak didapatkan hubungan antara kualitas hidup ibu dengan masalah mental emosional anak di masa pandemi COVID-19.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 235 - 23 Aul h
Uncontrolled Keywords: Quality of Life, Emotional and Behavioral Disorders, Mother, Children, COVID-19.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA790-790.95 Mental health. Mental illness prevention
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
AULIYA SYAFI'URROCHMAH, -NIM011911133164
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorIZZATUL FITHRIYAH, -NIP198506222010122004
Thesis advisorATIKA, -NIP197002091998022001
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 05 Oct 2026 08:18
Last Modified: 05 Oct 2026 08:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148449
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item