Pengaruh Variasi Dopan Pb Pada Sintesis Superkonduktor Keramik Bscco Fase 1212

Dyah Hikmawati, - and Aminatun, - (2002) Pengaruh Variasi Dopan Pb Pada Sintesis Superkonduktor Keramik Bscco Fase 1212. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
Dyah Hikmawati, S.Si., M.Si. & Ir. Aminatun, M.Si..pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Superkonduktivitas bergantung pada proses sintesis. Pemberian dopan Pb pada sintesis sistem BSCCO fase 1212 diduga akan mensubstitusi sebagian atom Bi dalam struktur kristalnya sehingga sistem menjadi lebih stabil dan pembentukan fasenya lebih sempurna dan superkonduktivitasnya lebih baik. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh dopan Pb pada superkonduktor sistem BSCCO-1212 melalui karakterisasi fraksi volume, pengukuran ρ-T, magnetisasi (M-T), struktur mikro dan komposisi hasil sintesis. Komposisi yang disintesis (Bi₀,₈₅₋ₓPbₓ)Sr₂(Ca₀,₄Y₀,₇)Cu₂,₀₁Oᵧ dengan x = 0,25, 0,35, 0,45, 0,55 dan 0,65, disintering selama 5 jam. Pengaruh penambahan waktu sintering pada pembentukan fase-1212, diamati dari sampel x = 0,65 yang ditambah waktu sinteringnya menjadi 10 jam dan 15 jam. Sintesis dilakukan melalui reaksi padatan dengan pencampuran basah, meliputi penimbangan, pencampuran basah, pengeringan uap air, pengeringan furnace, kalsinasi dan sintering. Bahan yang dicampur Bi₂O₃ (99,99%), SrCO₃ (99%), CaCO₃ (99,99%), CuO (99,99%), PbO (99,99%), Y₂O₃ (99,99%) dengan pelarut HNO₃ 65% dan aquades. Suhu sintering 985°C selama 5 jam. Hasilnya dikarakterisasi dengan XRD, pengukuran ρ-T dan magnetisasi (M-T) dengan SQUID dan SEM/EDAX. Hasil karakterisasi XRD diperoleh fraksi volume fase-1212 cukup dominan yaitu 58–82% dan yang tertinggi adalah sampel Pb = 0,65 sebesar 81,6%. Hasil pengukuran ρ-T pada sampel Pb = 0,45 diperoleh temperatur transisi onset, Tc,on = 96 K didukung hasil pengukuran magnetisasi (M-T) Tc,on = 90,41 K, yang merupakan gejala awal superkonduktivitas. Hasil foto SEM menunjukkan bentuk butir lempeng persegi yang terdistribusi merata berukuran 3–5 μm. Penambahan waktu sintering pada sampel Pb = 0,65 menurunkan fraksi volume fase-1212 dari 81,6% menjadi 75,1% dan 60,6%. Pada penelitian selanjutnya perlu dilakukan penganilan dengan menggunakan oksigen sebagai upaya menambah kandungan oksigen sampel atau dengan argon untuk mengurangi kandungan oksigen pada sampel agar superkonduktivitasnya lebih baik.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Variasi Dopan, Sintesis Superkonduktor, Keramik
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA401-492 Materials of engineering and construction. Mechanics of materials
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Fisika
Creators:
CreatorsNIM
Dyah Hikmawati, --
Aminatun, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 05 Oct 2026 06:40
Last Modified: 05 Oct 2026 06:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148582
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item