Faktor Risiko Kejadian Computer Vision Syndrome Pada Pelajar dan Mahasiswa (Literature Review)

Viddina Xyquizintya Ma'roef (2022) Faktor Risiko Kejadian Computer Vision Syndrome Pada Pelajar dan Mahasiswa (Literature Review). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101511133079_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
101511133079_BAB I.pdf

Download (680kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101511133079_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Peningkatan penggunaan gadget yang diikuti dengan bertambahnya pengguna internet sehingga menjadikan semakin tingginya risiko terhadap gangguan kesehatan mata. Gangguan kesehatan mata yang terjadi akibat aktifitas menatap layar gadget disebut dengan computer vision syndrome (CVS). Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian Computer Vision Syndrome pada pelajar dan mahasiswa. Penelitian berjudul “Faktor Risiko Kejadian Computer Vision Syndrome pada Pelajar dan Mahasiswa (literature review)” ini diteliti dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur. Kriteria inklusi dalam memilih artikel, yaitu: jurnal internasional minimal terindeks google scholar dan indeks Sinta 3, Sinta 2, serta Sinta 1 untuk artikel dari Indonesia; artikel meneliti gejala CVS, digital eye strain, mata kering, dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 27 artikel memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Sebanyak 18 dari total 27 artikel (66,7%) memiliki responden berstatus mahasiswa, 10 dari 27 artikel (37%) artikel berasal dari India, dan sebagian besar (88,9%) atau sejumlah 24 dari 27 artikel menggunakan metode penelitian cross-sectional. Beberapa gejala CVS ditemukan pada penelitian ini. Faktor risiko CVS pada penelitian ini yaitu karakteristik individu (pelajar dan mahasiswa berusia 5-18 tahun, berjenis kelamin perempuan, serta pengguna gadget dengan lensa kontak atau kacamata), pengguna smartphone, penggunaan gadget selama 2-4 jam sehari, jarang berkedip secara sadar, postur atau posisi tubuh yang kurang tepat, tidak menerapkan waktu isitrahat, tidak penggunaan filter anti silau, jarak pandang antara layar gadget dengan mata, dan kecerahan layar yang terlalu kusam maupun terang, serta pencahyaan di sekitar pengguna gadget yang tidak sesuai Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelajar dan mahasiswa berisiko mengalami CVS apabila tidak menyertai penggunaan gadget dengan kebiasaan seperti menerapkan waktu istirahat di antara kegiatan menggunakan gadget.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM 136 - 23 Vid f
Uncontrolled Keywords: Risk Factor, Gadget, Computer Vision Syndrome (CVS)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
R Medicine > RE Ophthalmology
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
Viddina Xyquizintya Ma'roefNIM101511133079
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRETNO ADRIYANINIDN197506092003122001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 05 Oct 2026 06:52
Last Modified: 05 Oct 2026 06:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148585
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item