Persepsi Ibu Tentang Klaim Kesehatan Dan Manfaat Suplemen Serta Hubungannya Dengan Konsumsi Suplemen (Vitamin Mineral Dan Penambah Nafsu Makan) Pada Anak Balita

Inong Retno Gunanti, - and Shrimarti Rukmini Devy, - (2003) Persepsi Ibu Tentang Klaim Kesehatan Dan Manfaat Suplemen Serta Hubungannya Dengan Konsumsi Suplemen (Vitamin Mineral Dan Penambah Nafsu Makan) Pada Anak Balita. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf

Download (2MB)
[img] Text (FULLTEXT)
Inong Retno G., SKM., M.Si & Dra. Shrimarti Rukmini D, M.Kes..pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Sering dijumpai bahwa konsumsi makanan sehari-hari pada anak sangat kurang, salah satu sebabnya adalah seringkali orang tua mengalami kesulitan dalam memberikan makanan kepada anaknya. Hambatan atau kesulitan memberikan makan pada anak terutama pada usia dini (4 bulan sampai dengan 2 tahun), pra-sekolah atau balita (Karyadi et al., 1993). Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa umumnya balita hanya mengkonsumsi jenis makanan tertentu yang disukai saja, sementara makanan sumber vitamin dan mineral (sayur dan buah) biasanya tidak dikonsumsi karena anak tidak suka (Nilawati, 1988 dan Esti, 1988). Tetapi orang tua (terutama ibu) sering mengalami kesukaran dalam memberi makanan pada anak-anak sesuai dengan seleranya. Hal ini membuat para ibu gelisah, apalagi biasanya anak yang tak suka makan kelihatan lemah, kurus, dan sering sakit-sakitan. Hal ini mendorong para ibu untuk memberikan suplemen vitamin dan atau penambah nafsu makan kepada anaknya (Intisari, 1996 dan Intisari, 1999). Oleh karena itu, hubungan antara persepsi ibu (sebagai individu yang bertanggungjawab terhadap konsumsi makan pada anak di tingkat keluarga (gate keeper)) tentang klaim kesehatan dan manfaat suplemen dengan konsumsi suplemen vitamin mineral pada anak balita menarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini secara khusus adalah: 1) Diperoleh informasi tentang proporsi anak balita yang mengkonsumsi suplemen. 2) Diperoleh informasi tentang pola konsumsi suplemen pada anak balita (meliputi jenis, merk, dosis pemberian dan frekuensi pemberian, alasan memilih dan memberikan suplemen, lama memberikan suplemen, keluhan dan manfaat yang dirasakan selama anak diberi suplemen), 3) Mempelajari proses pengambilan keputusan oleh ibu dalam menentukan konsumsi suplemen untuk anak balita, 4) Mengetahui persepsi ibu tentang klaim kesehatan dan manfaat suplemen untuk anak balita, 5) Menganalisis faktor yang menentukan persepsi ibu tentang klaim kesehatan dan manfaat suplemen untuk anak balita serta 6) Menganalisis hubungan antara persepsi ibu tentang klaim kesehatan dan manfaat suplemen dengan konsumsi suplemen pada anak balita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik yang dilakukan secara cross sectional, dilaksanakan di TK Negeri Pembina Jl. Jemurwonosari JN/TK Surabaya. Sebagai responden dipilih secara acak ibu (wali murid TK) sejumlah 71 orang. Data yang dikumpulkan meliputi: data karakteristik responden dan keluarga, gambaran konsumsi suplemen, pola konsumsi suplemen, proses pengambilan keputusan oleh ibu dalam tahapan menentukan konsumsi suplemen untuk anak, persepsi ibu tentang klaim kesehatan dan manfaat suplemen untuk anak, berbagai faktor yang diduga berhubungan dengan persepsi ibu dan konsumsi suplemen untuk anak. Semua jenis data primer pada penelitian ini dikumpulkan melalui angket kepada responden dengan menggunakan pedoman pertanyaan yang telah disusun dalam bentuk open-closed kuesioner. Data keadaan sosial ekonomi responden dan keluarga, proporsi konsumsi suplemen, pola konsumsi suplemen akan diolah secara deskriptif-naratif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Data tentang tingkat pengetahuan gizi ibu diolah berdasarkan persentase jawaban yang benar dan seluruh skor maksimal atas pertanyaan yang diberikan melalui kuesioner. Data tentang persepsi ibu, alasan memilih dan memberikan suplemen, keluhan dan manfaat yang dirasakan dari pemberian suplemen untuk anak diolah secara deskriptif-naratif. Untuk mengetahui faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan persepsi ibu tentang klaim kesehatan dan manfaat suplemen digunakan uji regresi logistik (logistic regression). Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan konsumsi suplemen, persepsi ibu tentang klaim dan manfaat kesehatan suplemen dengan konsumsi suplemen pada anak, digunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan proporsi anak balita yang mengkonsumsi suplemen sebesar 80,3%. Pola konsumsi suplemen pada anak balita: Jenis suplemen yang diberikan adalah vitamin mineral (61,40%). Alasan pemberian suplemen umumnya untuk menjaga daya tahan tubuh (31,58%) dan melengkapi kebutuhan vitamin dan gizi anak (21,13%). Merk suplemen bervariasi, umumnya biolysin (64,91%), Kiddi Pharmaton sirup (56,14%), Vidoran sirup (42,10%), dan Scott Emulsion (21,05%). Alasan pemilihan merk, umumnya karena komposisi vitamin lengkap (78,94%), kandungan zat gizi baik (66,67%), mudah didapat (75,43%), rasanya enak (42,10%), karena anak suka (63,16%), mutu bagus (36,84%), dan murah (33,33%). Frekuensi pemberian suplemen umumnya satu kali sehari (85,96%). Lama pemberian suplemen umumnya lebih dari satu tahun (61,40%). Dosis pemberian suplemen umumnya sesuai anjuran (91,22%). Harga suplemen menurut sebagian besar responden adalah cukup terjangkau (89,47%). Sebagian besar anak tidak mengalami keluhan selama mengkonsumsi suplemen (96,49%). Tingkat pengetahuan responden tentang pangan, gizi dan suplemen umumnya sudah tinggi (93%). Persepsi responden tentang suplemen: sebagian besar responden setuju bahwa setiap anak perlu diberi suplemen (54,9%). Sebagian besar responden percaya terhadap klaim kesehatan dan manfaat suplemen (49,3%). Sebagian besar responden berpendapat bahwa suplemen bermanfaat bagi anak (73,2%). Proses pengambilan keputusan oleh responden dalam menentukan konsumsi suplemen untuk anak: 1) Tahap penerimaan stimulus: media komunikasi massa yang berperan adalah televisi (60,56%), sedangkan media komunikasi personal adalah dokter/petugas kesehatan (63,38%). Umumnya responden memiliki inisiatif sendiri untuk memberikan suplemen kepada anak (67,60%), selain itu petugas kesehatan/dokter sebagai orang yang menganjurkan konsumsi suplemen pada anak juga berperan (42,25%). Sebagian besar responden berpendapat bahwa iklan sangat berpengaruh dalam menentukan konsumsi suplemen untuk anak (76,1%). Namun hanya sebagian kecil responden yang langsung tertarik untuk memberikan suplemen kepada anak setelah menerima informasi dalam bentuk iklan (12,7%). Iklan suplemen dianggap menarik tergantung dari isi pesannya (78,87%). 2) Tahap pemahaman masalah: sebelum menerima stimulus informasi tentang suplemen, sebagian besar responden sudah merasa ada masalah kesehatan pada anak mereka (50,7%) dan beranggapan bahwa anak mereka perlu diberikan suplemen (74,6%). Setelah menerima stimulus informasi tentang suplemen, semakin besar persentase responden yang merasa ada masalah kesehatan pada anak mereka (66,2%) dan beranggapan bahwa anak mereka perlu diberikan suplemen (85,9%). 3) Tahap pencarian informasi: sebagian besar responden bertindak sebagai konsumen aktif, mereka berusaha mencari informasi lebih lanjut tentang suplemen (66,2%). Umumnya yang menjadi sumber informasi adalah petugas kesehatan/dokter (59,15%) atau melalui keluarga (23,94%), majalah dan buku (26,76%). 4) Tahap penilaian alternatif: sebagian besar responden melakukan penilaian terhadap alternatif merk suplemen yang beredar di pasaran (54,9%). 5) Tahap pembelian: sebagian besar responden bertindak sebagai pembeli suplemen (89,47%). Umumnya suplemen diperoleh di apotik (92,98%). Alasan pembelian merk tertentu di antaranya: sesuai kebutuhan anak (43,86%), mudah didapat (40,35%), klaim yang dicantumkan sesuai dengan yang dirasakan (59,65%), sesuai dengan keinginan anak (49,12%), dan rasanya enak (35,09%). 6) Tahap penilaian setelah mengkonsumsi: sebagian besar responden menyatakan bahwa setelah mengkonsumsi suplemen terdapat perubahan pada kondisi kesehatan anak mereka (85,96%). Umumnya responden merasa puas dengan manfaat suplemen yang mereka rasakan (75,43%) dan sebagian besar responden menyatakan tidak ada keluhan yang dialami anak selama mengkonsumsi suplemen (96,49%). Faktor yang menentukan persepsi responden (percaya/tidak percaya) terhadap klaim kesehatan dan manfaat suplemen untuk anak adalah rasa kepuasan responden terhadap manfaat suplemen selama dikonsumsi oleh anak (p=0,0230, p<0,05), karena kondisi kesehatan anak lebih baik dan tidak ada keluhan kesehatan. Persepsi responden terhadap klaim kesehatan dan manfaat suplemen untuk anak tidak berhubungan dengan konsumsi suplemen pada anak. Namun responden yang percaya terhadap klaim tersebut cenderung memberikan suplemen kepada anak mereka. Adapun faktor yang berhubungan dengan konsumsi suplemen pada anak adalah: pemahaman responden terhadap permasalahan kesehatan anak (sebelum menerima stimulus informasi), pendapat responden tentang perlunya anak diberi suplemen (sebelum menerima stimulus informasi), pendapat responden tentang manfaat suplemen, dan adanya masalah kesulitan makan pada anak. Disarankan dalam mengatasi kesulitan makan pada anak, sebaiknya para ibu tidak menyelesaikan permasalahan tersebut dengan langsung memberikan suplemen penambah nafsu makan atau vitamin mineral. Sebaiknya aspek promosi/iklan lebih memperhatikan lagi isi pesan yang disampaikan terutama tentang manfaat dan risiko penggunaan suplemen.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Gizi, Balita, Konsumsi Suplemen
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA773-788 Personal health and hygiene
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsNIM
Inong Retno Gunanti, --
Shrimarti Rukmini Devy, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 06 Oct 2026 03:58
Last Modified: 06 Oct 2026 03:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148673
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item