RANIAH SALMA VOLETTA, - (2022) PENGARUH EKSTRAK DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) TERHADAP JUMLAH SEL MAKROFAG PADA GINGIVA TIKUS WISTAR YANG DIPAPAR BAKTERI Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
021911133128 HALAMAN I.pdf Download (573kB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133128 BAB I.pdf Download (596kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
021911133128.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Ditinjau dari laporan Riskesdas 2018, prevalensi periodontitis di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 67,8%. Salah satu penyebab periodontitis adalah bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. A. actinomycetemcomitans memiliki banyak faktor virulensi yang memicu terjadinya inflamasi pada jaringan periodontal. Dalam proses inflamasi dan penyembuhan luka, polarisasi sel makrofag memiliki peran penting. Eceng gondok merupakan tumbuhan air yang kerap dijumpai, dengan kandungan fitokimia seperti alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan tanin. Komponen fitokimia ini memiliki kemampuan antiinflamasi dan penyembuhan luka. Diharapkan ekstrak daun eceng gondok dapat menjadi alternatif obat dalam terapi periodontitis melalui perubahan jumlah sel makrofag yang menandakan terjadinya penyembuhan luka. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun eceng gondok terhadap jumlah sel makrofag pada gingiva tikus wistar yang dipapar bakteri A. actinomycetemcomitans. Metode: Penelitian dilakukan secara in vivo. Dilakukan penetesan bakteri A. actinomycetemcomitans saja pada gingiva rahang bawah tikus wistar masing-masing selama 3 hari dan 5 hari pada 2 kelompok yang berbeda. Dilakukan juga penetesan A. actinomycetemcomitans dan ekstrak daun eceng gondok masing-masing selama 3 hari dan 5 hari pada 2 kelompok yang berbeda. Setelah perlakuan selesai, dilakukan pembuatan preparat untuk menghitung jumlah sel makrofag dibawah mikroskop. Data kemudian dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil: Terjadi peningkatan jumlah sel makrofag pada kelompok yang diberi bakteri A. actinomycetemcomitans dan ekstrak daun eceng gondok. Analisis data menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan dengan kelompok yang hanya dipapar bakteri A. actinomycetemcomitans saja. Kesimpulan: Ekstrak daun eceng gondok meningkatkan jumlah sel makrofag yang diduga merupakan fenotip M2 sebagai tanda terjadinya penyembuhan luka. Kata kunci: Aggregatibacter actinomycetemcomitans, ekstrak daun eceng gondok, sel makrofag, penyembuhan luka
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 09 - 23 Ran p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Aggregatibacter actinomycetemcomitans, water hyacinth leaf extract, macrophages, wound healing | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Oct 2026 10:31 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Oct 2026 10:31 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149018 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


