TAUFIQUR RAKHIM ADITRA, - (2022) PERBEDAAN DAMPAK PENGGUNAAN FLAP BEBAS DAN PROTESA OBTURATOR TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA MAKSILEKTOMI: STUDI META ANALISIS. Masters thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
011628246303 HALAMAN I.pdf Download (274kB) |
|
|
Text (BAB I)
011628246303 BAB I.pdf Download (132kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
011628246303.pdf Download (2MB) |
Abstract
Rehabilitasi pasca maksilektomi karena keganasan kepala leher adalah suatu masalah yang kompleks bagi seorang ahli bedah. Keputusan untuk memilih metode rehabilitasi dengan pembedahan flap bebas atau dengan protesa obturator masih belum jelas secara protokol, dan ahli bedah dibebankan untuk membuat keputusan akhir terkait hal tersebut. Metaanalisis ini dibuat untuk membandingkan kualitas hidup pasca maksilektomi antara pasien yang direhabilitasi dengan metode pembedahan mikrovaskuler flap bebas dan pasien yang direhabilitasi dengan protesa obturator yang dinilai menggunakan kuesioner EORTC QLQ-H&N35. Pemilihan literatur dilakukan menggunakan database PubMed/MEDLINE. Analisis data dilakukan menggunakan software Stata 17. Hasil yang diperoleh adalah berupa forest plot untuk masing-masing domain dan single item pada kuesioner EORTC QLQ-H&N35. P-value < 0,05 ditetapkan signifikan secara statistik. Ada 3 studi yang diikutsetakan dalam metaanalisis ini. Dari hasil Forest plot masing masing domain kuesioner EORTC H&N35, ada 3 domain dimana Pooled Standardized Mean Difference (SMD) dengan CI 95% tidak melewati angka 0. Ketiga domain tersebut adalah HNSX (sexuality), HNDR (dry mouth), HNSS (sticky saliva). Ketiganya menunjukkan adanya keluhan yang lebih banyak pada kelompok flap bebas dengan nilai pooled SMD masing-masing: HNSX 0,83 (CI 95%: 0,40-1,26), HNDR 0,43 (CI 95%: 0,02-0,84) dan HNSS 0,73 (CI 95%: 0,30-1,15). Tidak ada perbedaan yang signifikan pada domain EORTC lainnya. Studi ini mempunyai keterbatasan antara lain: jumlah studi dan total subjek dan yang diteliti masih sedikit sehingga hasil yang dihailkan masih dapat terjadi secara kebetulan. Diperlukan suatu studi prospektif multicentre dengan jumlah sample yang besar serta waktu follow up yang seragam. Selain itu, diperlukan untuk dilakukan sub-group analysis terhadap faktor confounding seperti radioterapi, klasifikasi defek yang digunakan, jenis keganasan utama yang diobati, serta jenis teknik yang digunakan, baik itu jenis protesa obturator maupun jenis flap bebas yang digunakan.
| Item Type: | Thesis (Masters) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.BPRE 04 - 23 Tau p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Free flap, Maxillectomy, Obturator, Quality of life | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery R Medicine > RD Surgery > RD520-599.5 Surgery by region, system, or organ |
|||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik (Spesialis) | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Oct 2026 10:39 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Oct 2026 10:39 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149019 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


