Jefry Albari Tribowo (2022) Dampak Covid-19 Terhadap Fungsi Seksual Dan Profil Testosteron Pada Pria Penyintas Covid-19. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011828216302 cov.pdf Download (598kB) |
|
|
Text (BAB 1)
011828216302 bab.pdf Download (329kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011828216302.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 memiliki gejala yang sangat luas pada tubuh, salah satu gejala yang dapat ditimbulkan pada organ reproduksi pria adalah terjadinya disfungsi seksual. Hal ini dikarenakan berbagai faktor yang dapat memengaruhinya, baik secara organik maupun psikis. Selain itu COVID-19 juga diketahui dapat menurunkan kadar hormon testosteron, yang bisa mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi seksual pada pria. Penelitian ini merupakan suatu penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional, yang bertujuan untuk menganalisis dampak COVID-19 terhadap fungsi seksual dan hormon testosteron pada pria penyintas COVID-19. Sampel diambil dengan teknik konsekutif yaitu dengan cara memilih sampel sesuai kriteria penelitian sampai kurun waktu tertentu hingga jumlah terdapat 26 subjek penelitian. Para penyintas COVID-19 dilakukan pemeriksaan menggunakan kuisioner IIEF-15 dan EHS untuk membandingkan kondisi sebelum dan setelah terinfeksi COVID-19, kemudian juga dilakukan pemeriksaan laboratorium hormon testosteron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang bermakna pada fungsi ereksi (p: <0,01), fungsi orgasme (p: <0,05), hasrat seksual (p: <0,01), kepuasan secara keseluruhan (p: <0,01), IIEF-5 (p: <0,01), EHS (p: <0,01), kepuasan seksual (p: <0,01), dan IIEF-15 (p: <0,01). Hasil uji komparasi derajat disfungsi ereksi sebelum dan setelah COVID-19 juga menunjukkan perubahan yang signfikan (p: <0,01). Tidak terdapat hubungan signifikan antara derajat COVID-19 dengan fungsi ereksi (p: >0,05), fungsi orgasme (p: >0,05), hasrat seksual (p: >0,05), kepuasan seksual (p: >0,05), kepuasan secara keseluruhan (p: >0,05), namun terdapat hubungan pada stadium disfungsi ereksi berdasarkan IIEF-5 (p: <0,05). Pemeriksaan kadar hormon testosteron rata-rata didapatkan sebesar 481,042 ng/dL, di mana hanya terdapat 4 subjek penelitian yang mengalami keadaan hipogonad. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan fungsi seksual setelah terinfeksi COVID-19, terdapat hubungan signifikan antara derajat keparahan COVID-19 dengan derajat disfungsi ereksi menurut IIEF-5, dan pada 4 subjek penelitian ditemukan keadaan hipogonad.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK Sp.FK.A.02/22 Jef d | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | covid-19, fungsi seksual, ehs, iief-15, disfungsi ereksi | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases R Medicine > RC Internal medicine > RC648-665 Diseases of the endocrine glands. Clinical endocrinology R Medicine > RC Internal medicine > RC870-923 Diseases of the genitourinary system. Urology |
|||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > Andrologi (Spesialis) | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 05:04 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Oct 2026 05:04 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149055 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


