Asuhan Keperawatan Maternitas Pada Ibu Postpartum Dengan Masalah Keperawatan Utama Menyusui Tidak Efektif Di Rumah Sakit Universitas Airlangga

Eka Aprillia Diyah Santi K, - (2023) Asuhan Keperawatan Maternitas Pada Ibu Postpartum Dengan Masalah Keperawatan Utama Menyusui Tidak Efektif Di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Karya Akhir Profesi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text (FULLTEXT)
EKA APRILLIAH DYAH SANTI K.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Pendahuluan: Masalah menyusui sering terjadi terutama pada ibu-ibu yang baru ertama kali mempunyai seorang bayi atau masyarakat yang kurang pengetahuan mtang perawatan payudara yang benar. Menyusui tidak efektif ibu post parium ermacam-macam seperti payudara bengkak (engorgement), kelainan puting susu Juting susu datar dan puting susu terpendam atau tertarik ke dalam), puting susu nyeri ;ore nipple) dan puting susu lecet (cracked nipple), saluran susu tersurnbat Jbstructive duct), radang payudara (mastitis), abses payudara, air susu ibu kurang mcar keluar. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek pada :udi kasus ini adalah 1 klien yang mengalami kedua puting yang tenggelam/terbenam engan masalah menyusui tidak efektif. Teknik pengumpulan data meliputi •awancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Hasil: Hasil studi asus didapatkan pada tahap evaluasi hari ke 3 ibu mengatakan ASI sudah keluar anyak, ibu mengatakan ke dua puting susu sudah tidak masuk kedalam, bayi sudah dak menangis karena sulit menemukan puting, ASI keluar banyak, ibu sudah tidak ·rlihat cemas, ibu tidak mengalami nyeri setelah dilakukan terapi nipple puller, puting 1dah tidak tenggelam dan skor LATCH semua mendapat poin 2 yang berarti baik. lasalah keperawatan yang ditetapkan adalah menyusui tidak efektif (SDKI). Luaran rng digunakan adalah Status menyusui (SLKI). lntervensi dan implementasi yang di makan adalah konseling laktasi (SIK.l). Kesimpulan: lntervensi terapi nipple puller mg diberikan selama 3 hari dengan frekuensi pemberian 2 kali setiap 4 jam sesuai 1ift, didapatkan hasil evaluasi pada hari ketiga yaitu puting susu sudah tidak nggalam, produksi ASI meningkat, tidak muncul rasa nyeri selama pemberian terapi m perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat dengan skor LATCH semua endapat poin 2. Sehingga intervensi terapi nipple puller yang diberikan efektif untuk enyelesaikan masalah keperawatan menyusui tidak efektif.

Item Type: Thesis (Karya Akhir Profesi)
Uncontrolled Keywords: Putting tenggelam/terbenam, Nipple puller, Menyusui tidak efektif
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics
Divisions: 13. Fakultas Keperawatan > Profesi Ners (Keperawatan)
Creators:
CreatorsNIM
Eka Aprillia Diyah Santi K, -NIM132123143008
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRetnayu Pradanie, -NIDN0006068408
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 12 Oct 2026 07:31
Last Modified: 12 Oct 2026 07:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149073
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item