HUBUNGAN FAKTOR PSIKOSOSIAL DAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA MENUR PROVINSI JAWA TIMUR

Aisya Aqsa, - (2022) HUBUNGAN FAKTOR PSIKOSOSIAL DAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA MENUR PROVINSI JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
cover.pdf

Download (224kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (61kB)
[img] Text (full text)
101811133177.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

"Karaktersitik pekerjaan yang dimiliki oleh perawat kesehatan jiwa mengharuskan adanya kontak langsung secara personal dan intens dengan pasien serta adanya keterlibatan emosional yang kuat. Hal tersebut mengakibatkan perawat rentang mengalami burnout syndrome. Burnout syndrome dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah faktor sosiodemografi dan faktor psikososial di tempat kerja. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor sosiodemografi dan faktor psikososial dengan burnout syndrome pada perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit Jiwa Menur Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain cross-secitional. Sampel pada penelitian adalah perawat di instalasi rawat inap intermediate yang diambil dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling sebanyak 48 orang. Variabel independen pada penelitian adalah faktor sosiodemografi yang mencakup usia, jenis kelamin, status perkawinan, dan tingkat pendidikan serta faktor psikososial. Variabel dependen dalam penelitian adalah burnout syndrome. Pengumpulan data menggunakan instrument Maslach Burnout syndrome Inventory (MBI) dan Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ) III. Data dianalisis dengan menggunakan uji Korelasi Spearman dan uji Korelasi Cramer. Sebagian besar perawat di instalasi rawat inap berusia 26-35 tahun, berjenis kelamin perempuan, sudah menikah, dan memiliki tingkat pendidikan D3. Sebagian besar faktor psikososial pada perawat di tingkat cukup. Tingkat burnout syndrome pada perawat sebagian besar berada pada kategori sedang. Karakterisitik sosiodemografi berupa usia (p=0,188), jenis kelamin (p=0,504), status perkawinan (p=0,410), dan tingkat pendidikan (p=1,000) tidak memiliki hubungan dengan burnout syndrome. Faktor psikososial secara keseluruhan (p=0,002) memiliki hubungan dengan burnout syndrome. Dilihat dari dimensi faktor psikososial, dimensi tuntutan pekerjaan (p=0,013), organisasi kerja dan konten pekerjaan (p=0,017), relasi interpersonal dan kepemimpinan (p=0,036), dan interaksi individu dan pekerjaan (p=0,011) memiliki hubungan dengan burnout syndrome. Dimensi modal sosial (p=0,189) dan kesehatan dan kesejahteraan (p=1,000) tidak memiliki hubungan dengan burnout syndrome. Kesimpulan pada penelitian ini adalah semua faktor sosiodemografi tidak memiliki hubungan dengan burnout syndrome. Faktor psikososial secara keseluruhan memiliki hubungan dengan burnout syndrome. "

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM 90 - 23 Ais h
Uncontrolled Keywords: burnout syndrome, psychosocial factors, sociodemographics factors, nurse
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA643-645 Disease (Communicable and noninfectious) and public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM
Aisya Aqsa, -NIM101811133177
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorINDRIATI PASKARINI, -UNSPECIFIED
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 12 Oct 2026 07:47
Last Modified: 12 Oct 2026 07:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149080
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item