ANALISIS HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN STRES KERJA PADA RADIOGRAFER DI ERA PANDEMI

ALIFIA CHOIRUNNISA, - (2022) ANALISIS HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN STRES KERJA PADA RADIOGRAFER DI ERA PANDEMI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
COVER.pdf

Download (201kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (41kB)
[img] Text (FULL TEXT)
151810383051.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Permintaan pemeriksaan radiologi di rumah sakit di Kota Surabaya semakin meningkat pada era pandemi. Hal ini bisa menjadi sumber stres jika beban kerja tidak diberikan sesuai dengan kapasitas radiografer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan faktor pekerjaan dengan stres kerja terhadap radiografer di rumah sakit di Surabaya. Penelitian ini dilakukan di Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) cabang Surabaya pada Maret – Mei 2022. Jenis penelitian ini termasuk observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional serta mengambil 188 sampel dari 350 populasi radiografer PARI cabang Surabaya yang bekerja di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas radiografer PARI cabang Surabaya (77,7%) memiliki stres kerja dalam kategori normal. Hasil penelitian menunjukkan faktor individu yaitu umur memiliki nilai signifikansi 0,003; jenis kelamin 0,599; masa kerja 0,409; kecemasan 0,000; dan dukungan sosial 0,266. Selanjutnya faktor pekerjaan memiliki nilai signifikansi sebagai berikut: beban kerja 0,007; tanggung jawab terhadap orang lain 0,310; konflik interpersonal 0,084; dan tuntutan mental 0,001. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor individu seperti umur dan kecemasan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres kerja. Selain itu, faktor pekerjaan seperti beban kerja dan tuntutan mental berhubungan erat dengan tingkat stres kerja. Peneliti menyarankan pihak rumah sakit atau instansi dapat memberikan program sharing session untuk dapat merekatkan hubungan antara radiografer dengan rekan kerjanya. Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas terkait pengaturan shift kerja perlu diterapkan untuk mencegah timbulnya konflik interpersonal. Sealin itu, perlu adanya komunikasi yang efektif antarkaryawan untuk meruntuhkan hambatan kerja dan memperjelas peran serta tanggung jawab.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FV.TRP 12 - 23 Ali a
Uncontrolled Keywords: job stress, individual factors, work factors, radiographer
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D4 Teknologi Radiologi Pencitraan
Creators:
CreatorsNIM
ALIFIA CHOIRUNNISA, -NIM151810383051
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAMILLIA KARTIKA SARI, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 13 Oct 2026 08:07
Last Modified: 13 Oct 2026 08:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/149125
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item