PENGARUH POLA PEMBELANJAAN PADA PROFITABILITAS INDUSTRI MANUFAKTUR DI PASAR MODAL INDONESIA

IDA BAGUS MADE SANTIKA, Prof (2005) PENGARUH POLA PEMBELANJAAN PADA PROFITABILITAS INDUSTRI MANUFAKTUR DI PASAR MODAL INDONESIA. UNIVERSITAS AIRLANGGA, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-grey-2015-santikaida-40573-pg.143-1-p.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pembelanjaan yang merupakan bagian dalam Ilmu Ekonomi Manajemen terus mengalami perkembangan sejak tahun 1900 sampai sekarang. Pada tahun 1900-an pembelanjaan hanya berhubungan dengan alat, lembaga/kelembagaan dan aspek prosedural dari capital market. Perubahan teknologi dan industri baru sekitar tahun 1920-an lebih banyak menekankan pada kebutuhan dana yang semakin membesar, likuiditas dan pembelanjaan perusahaan. Perhatian terbesar ditujukan pada pembelanjaan eksternal daripada internal. Selanjutnya pada tahun 1930-an terjadi depressi, sehingga memerlukan perhatian untuk mempelajari pembelanjaan dalam aspek untuk bertahan agar dapat survive, pemeliharaan liquiditas, kebangkrutan, liquidasi, dan reorganisasi. Perhatian utama masih pada pembelanjaan eksternal, dalam arti bagaimana creditor menciptakan perlindungan atas dananya. Pada tahun 1940-an diperlukan analisis perusahaan dari sudut pandang creditor atau investor. Para analisis belajar lebih banyak tentang analisis cash-flow dari perusahaan dan perencanaan, pengawasan dari dalam perusahaan. Sedangkan pada tahun 1950-an bagian terdepan dari pembelanjaan adalah mengenai Capital Budgeting dan Capital Structure. Financial Manager saat ini banyak berhubungan dengan keseluruhan dana yang ada pada aset dan alokasi dana untuk aset yang didasarkan pada perhitungan penerimaan dan penolakan usulan proyek. Perkembangan selanjutnya sekitar tahun 1958-an di mana terjadi era komputer, sehingga sistem informasi menjadi amat komplek. Financial Manager bekerja dengan data dalam mengambil keputusan. Teknik Operational Research dan Teori Pengambilan Keputusan menjadi sangat diperlukan. Di sini lebih banyak kemungkinan disiplin ilmu digunakan, dan membuat analisis pembelanjaan menjadi bermanfaat dan lebih tepat. Selanjutnya sekitar tahun 1960-an perkembangan Portfolio Theory oleh Markowitz dan setelah itu oleh Sharpe, Lintner serta Fama dalam Capital Asset Pricing Model (CAPM) untuk mengadakan penilaian atas aset fmansial. Pengembangan CAPM oleh Ross menjadi Arbitrage Pricing Theory (APT) menjadikan penilaian atas aset finansial menjadi lebih tepat. Black and Scholes mengembangkan ide Option Pricing Model sekitar tahun 1970-an untuk mengadakan penilaian atas financial claims. Informasi ekonomi memberikan pemakainya kepastian pada perilaku pasar dari beberapa instrumen finansial dalam kondisi yang uncertainty.

Item Type: Other
Additional Information: KK-2 KKB PG.143/10 San p
Uncontrolled Keywords: BUSSINES ENTERPRISES-FINANCE FINANCIAL; PLANNERS-MARKETING
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation
Divisions: Pidato Guru Besar
04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsNIM
IDA BAGUS MADE SANTIKA, ProfUNSPECIFIED
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 31 Oct 2016 18:02
Last Modified: 31 Oct 2016 18:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/40151
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item