HUBUNGAN ORAL HABITS SEBAGAI FAKTOR RESIKO TERHADAP MALOKLUSI PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN

FIDIYAH RAHMA (2019) HUBUNGAN ORAL HABITS SEBAGAI FAKTOR RESIKO TERHADAP MALOKLUSI PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
KG 176 19 Rah h ABSTRAK.pdf

Download (43kB)
[img] Text
KG 176 19 Rah h DAFTAR ISI.pdf

Download (74kB)
[img] Text
KG 176 19 Rah h DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (47kB)
[img] Text (FULLTEXT)
KG 176 19 Rah h.pdf
Restricted to Registered users only until 27 December 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Maloklusi merupakan suatu penyimpangan pertumbuhan dento-facial sehingga menyebabkan oklusi yang tidak ideal dimana estetis dan fungsionalnya dianggap tidak memuaskan. Maloklusi menempati urutan ketiga masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dengan prevalensi mencapai 80%. Faktor penyebab maloklusi merupakan multifaktorial, salah satunya adalah oral habits. Pada fase oral, anak memiliki oral habits yang berfungsi untuk mengembangkan fungsi oral dan berlangsung hingga usia 3 tahun. Apabila kebiasaan tersebut persisten dan melampaui usia normal, maka akan menjadi oral habit yang dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan dentofacial, sehingga mempengaruhi lengkung gigi dan oklusi gigi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan oral habits sebagai faktor resiko terhadap maloklusi pada anak usia 6-12 tahun. Metode: Sampel penelitian adalah 90 siswa dengan oral habits usia 6-12 tahun di SD Negeri Mojo I. Oral habits yang dilihat yaitu menghisap jari atau ibu jari, menghisap atau menggigit bibir, menggigit kuku atau benda seperti pensil atau pulpen, tongue thrusting, mouth breathing, dan penggunaan dot. Riwayat oral habit sebelumnya dan saat ini pada anak didapat melalui kuisioner. Pemeriksaan maloklusi (crowding, overjet berlebih, crossbite posterior) dilakukan dengan pemeriksaan intra oral. Hasil: Hasil uji statistik Chi-square yaitu p = 0,001 (p < 0,05), bahwa terdapat hubungan antara oral habits terhadap maloklusi pada anak usia 6-12 tahun. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan oral habits sebagai faktor resiko terhadap maloklusi pada anak usia 6-12 tahun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG.176/19 Rah h
Uncontrolled Keywords: Oral habits, Maloklusi, Anak
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
FIDIYAH RAHMANIM021611133021
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSindy CorneliaNIDN0023047402
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 27 Dec 2019 03:48
Last Modified: 27 Dec 2019 03:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/93225
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item