Cuitan Mengandung Ujaran Kebencian di Media Sosial Twitter: Kajian Linguistik Forensik.

Dian Agustin (2020) Cuitan Mengandung Ujaran Kebencian di Media Sosial Twitter: Kajian Linguistik Forensik. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (Halaman Depan)
1. Halaman Depan .pdf

Download (932kB)
[img] Text (Abstrak)
2. Abstrak.pdf

Download (438kB)
[img] Text (Bab I)
3. Bab I Pendahuluan.pdf

Download (515kB)
[img] Text (Bab II)
4. Bab II Tinjauan Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only until 31 August 2023.

Download (552kB) | Request a copy
[img] Text (Bab III)
5. Bab III Metode Penelitian.pdf
Restricted to Registered users only until 31 August 2023.

Download (415kB) | Request a copy
[img] Text (Bab IV)
6. Bab IV Analisis Data dan Pembahasan.pdf
Restricted to Registered users only until 31 August 2023.

Download (592kB) | Request a copy
[img] Text (Bab V)
7. Bab V Penutup.pdf
Restricted to Registered users only until 31 August 2023.

Download (438kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
8. Daftar Pustaka.pdf

Download (455kB)
[img] Text (Lampiran)
9. Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only until 31 August 2023.

Download (722kB) | Request a copy
[img] Text (Surat Pernyataan Kesediaan Publikasi)
10. Surat Pernyataan Kesediaan Publikasi Karya Ilmiah.pdf
Restricted to Registered users only

Download (498kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji cuitan warganet yang mengandung unsur ujaran kebencian dengan kajian linguistik forensik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan warganet yang terkandung dalam 18 cuitan, sedangkan sumber data berupa cuitan bernuansa politik dalam Twitter yang ramai dibicarakan warganet dalam rentang waktu sepanjang 2019 hingga Maret 2020 yang menandai tahun politik di Indonesia hingga pasca-Pilpres. Penelitian ini menggunakan model Hurtfulness and Harmfulness oleh Carney (2004) untuk menganalisis cuitan yang mengandung ujaran kebencian. Penggunaan studi pragmasemantik dalam linguistik forensik digunakan untuk mengidentifikasi konteks diproduksinya cuitan dan mengklasifikasi jenis-jenis ujaran kebencian pada masing-masing cuitan. Pengujian konten cuitan salah satunya didasarkan pada UU No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Melalui analisis pragmasemantik pada penelitian ini ditemukan cuitan mengandung ujaran kebencian adalah cuitan berisi tuturan yang menyakitkan (hurtful), cuitan berisi tuturan membahayakan (harmful), dan cuitan berisi tuturan yang menyakitkan dan membahayakan (hurtful and harmful). Adapun klasifikasi ujaran kebencian pada masing-masing cuitan yang ditemukan, antara lain: 1) penghinaan dan pencemaran nama baik, 2) memprovokasi dan menghasut, dan 3) penyebaran berita bohong (hoaks).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FS BI 46/20 Agu c
Uncontrolled Keywords: tweet, forensic linguistics, social media, pragmasemantic
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia
Creators:
CreatorsNIM
Dian AgustinNIM121611133040
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorEddy SugiriNIDN0008055503
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 31 Aug 2020 12:32
Last Modified: 05 Sep 2020 06:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/98183
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item