�PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA PENGGUNA BIRO PERJALANAN UMRAH YANG MENGAPLIKASIKAN METODE PEMASARAAN BERJENJANG (MULTI LEVEL MARKETING/MLM)�

Amurwani Esti Maharani, 031111090 (2015) �PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA PENGGUNA BIRO PERJALANAN UMRAH YANG MENGAPLIKASIKAN METODE PEMASARAAN BERJENJANG (MULTI LEVEL MARKETING/MLM)�. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text
1. Sampul.pdf

Download (681kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. Pengesahan.pdf

Download (623kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. Halaman Persetujuan.pdf

Download (686kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. Motto.pdf

Download (642kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. Halaman Persembahan.pdf

Download (692kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. Kata Pengantar.pdf

Download (770kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. Abstrak.pdf

Download (698kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. Daftar Isi.pdf

Download (703kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. Bab 1.pdf

Download (946kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. Bab 3.pdf

Download (967kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. Bab 4.pdf

Download (711kB) | Preview
[img]
Preview
Text
13. Daftar Pustaka.pdf

Download (551kB) | Preview
[img]
Preview
Text
14. Lampiran.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan biro perjalanan Umrah yang menggunakan metode pemasaran berjenjang atau Multi Level Marketing (MLM). Namun sayangnya sejak tahun 2011 setidaknya terdapat tiga (3) kasus yang diangkat media masa tentang konsumen atau Jama’ah yang dirugikan oleh biro perjalanan Umrah yang menggunakan metode pemasaran MLM. Tidak diketahuinya pihak yang bertanggung gugat semakin menyulitkan konsumen dalam menuntut pemenuhan haknya. Terdapat dua (2) jenis perjanjian pada metode MLM biro perjalanan Umrah, yang pertama adalah perjanjian konsumen dan yang kedua merupakan perjanjian keagenan. Perjanjian keagenan pada MLM didasarkan pada asas kebebasan berkontrak yang diatur pada Pasal 1338 ayat (1) BW. Pada perjanjian keagenan terdapat dua (2) pihak yaitu prinsipal dan agen. Bertindak sebagai prinsipal adalah biro perjalanan Umrah, sementara agen adalah downline dari biro perjalan Umrah. Pada konsep keagenan, agen bertindak atas nama prinsipal, agen bertindak terbatas pada kuasa yang diberikan oleh prinsipal, tidak lebih dan tidak kurang. Lebih lanjut, dalam hal tanggung gugat, karena agen bertindak atas kuasa yang diberikan prinsipal maka tanggung gugat terletak pada prinsipal dalam hal ini biro perjalanan Umrah yang menggunakan metode pemasaran MLM. Mekanisme perlindungan konsumen dalam hal ini dapat dilakukan melalui dua (2) cara yaitu preventif dan represif. Perlindungan preventif dapat dilakukan konsumen dengan memperhatikan legallitas perijinan perusahaan penyedia jasa travel Umrah dan perjanjian jual-beli paket perjalanan Umrah yang disediakan. Perlindungan represif dapat dilakukan melalui dua (2) jalur pula yaitu litigasi dan non litigasi. Jalur litigasi dapat ditempuh dengan melayangkan gugatan melalui Pengadilan Negeri diwilayah hukum Penggugat (konsumen), sedangkan melalui jalur non-litigasi dapat ditempuh konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH. 157-15 Mah p
Uncontrolled Keywords: CONSUMER PROTECTION-LAW AND LEGISLATION
Subjects: H Social Sciences
H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
K Law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Amurwani Esti Maharani, 031111090UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDian Purnama Anugerah,, S.H., M.Kn., LL.M.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with username agung
Date Deposited: 21 Sep 2015 12:00
Last Modified: 18 Jul 2016 08:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/13787
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item