Canty Nadya Putri, - (2021) Konflik Kekuasaan Dalam Lakon Hakim Sarmin Presiden Kita Karya Agus Noor. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (153kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
5. BAB II ANALISIS PENOKOHAN.pdf Restricted to Registered users only until 5 November 2024. Download (355kB) | Request a copy |
|
|
Text
6. BAB III KONFLIK KEKUASAAN.pdf Restricted to Registered users only until 5 November 2024. Download (255kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB IV PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only until 5 November 2024. Download (138kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (125kB) |
|
|
Text
9. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Konflik Kekuasaan dalam Lakon Hakim Sarmin Presiden Kita Karya Agus Noor” bertujuan untuk mengungkapkan bentuk-bentuk konflik kekuasaan yang terkandung dalam struktur dan tekstur drama Hakim Sarmin Presiden Kita karya Agus Noor yakni penokohan dan dialog. Penelitian ini menggunakan dua naskah dalam antologi naskah drama Hakim Sarmin Presiden Kita karya Agus Noor, yakni naskah “Hakim Sarmin” dan “Presiden Kita Tercinta”. Kedua naskah tersebut memiliki satu kesamaan terkait konflik yang terjadi antartokoh berdasarkan ambisi kekuasaan. Konflik tersebut didapatkan dari analisis dialog dan penokohan dengan memanfaatkan pendekatan sosiologi sastra yang berfokus pada teori konflik dari George Simmel. Teori tersebut mengungkap bentuk-bentuk konflik yang didasarkan pada interaksi antartokoh, antara lain konflik antarpribadi, konflik internal, dan konflik eksternal. Dari naskah Hakim Sarmin Presiden Kita karya Agus Noor peneliti menemukan hasil penokohan yang berfokus pada satu karakter utama yang dimiliki masing-masing tokoh sentral, yaitu karakter ambisius. Kemudian karakter ambisius tersebut digunakan sebagai langkah untuk memaknai dialog terkait ambisi kekuasaan yang menjadi motif dari timbulnya pertikaian antartokoh. Sehingga berdasarkan hasil temuan analisis dialog dan penokohan, mendapatkan hasil konflik yang terjadi antartokoh yang memanfaatkan pendekatan sosiologi sastra dari teori konflik George Simmel, yaitu pertama konflik antarpribadi; reaksi yang muncul akibat manipulasi, pertahanan diri atas sebuah ambisi, pemenang utama kursi nomor satu. Kedua konflik internal; pertentangan emosi untuk mencapai sebuah ambisi, kudeta dan keputusan yang gegabah demi hegemoni kuasa, dan ketiga konflik eksternal; kritik terhadap pemegang otoritas, keterlibatan penguasa yang absolut. Dari naskah tersebut ditemukan kritik terhadap dunia politik yang menyebutkan bahwa kekuasaan dapat menimbulkan reaksi pertikaian dari masing-masing tokoh untuk saling mengorbankan satu sama lain.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 FS.BI.96-21 Put k | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | drama, ambisi kekuasaan, konflik | ||||||
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1600-3307 Drama | ||||||
| Divisions: | 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||
| Date Deposited: | 05 Nov 2021 07:37 | ||||||
| Last Modified: | 05 Nov 2021 07:37 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/112243 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


