Arini Meilia (2021) Pengaruh Kesepian Sebagai Salah Satu Faktor Risiko Pengalaman Psikotik Pada Dewasa Awal. Skripsi thesis, Universitas Airlangga..
|
Text
1. HALAMAN Judul.pdf Download (673kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (277kB) |
|
|
Text
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
5. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only until 10 November 2024. Download (381kB) | Request a copy |
|
|
Text
6. BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 10 November 2024. Download (431kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 10 November 2024. Download (766kB) | Request a copy |
|
|
Text
8 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 10 November 2024. Download (140kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (294kB) |
|
|
Text
KKB KK-2 Psi.153-21-SURAT KESEDIAN PUBLIKASI - Arini Meilia.pdf Restricted to Registered users only Download (125kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kesepian berpengaruh sebagai salah satu faktor risiko pengalaman psikotik pada dewasa awal. Dalam penelitian Chau dkk. (2019) dan Narita dkk. (2020) kesepian secara konsisten berhubungan positif dengan pengalaman psikotik. Terminologi ‘pengalaman psikotik’ didefinisikan sebagai bentuk dari simtom atau gejala psikotik yang sifatnya lebih lemah yang tidak mencapai ambang batas klinis untuk diagnosis gangguan psikotik namun diasosiakan dengan peningkatan risiko gangguan psikotik maupun nonpsikotik lainnya, serta berbagai kondisi mental negatif dan kualitas hidup yang lebih rendah (Steenkamp dkk.,2020). Sementara faktor risiko adalah sifat, karakteristik, atau ekspos apapun terhadap individu yang menigkatkan kecenderungan untuk mengembangkan sebuah gangguan. Faktor risiko dalam penelitian ini merupakan kesepian yang dinilai berpotensi memunculkan pengalaman psikotik. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui survei yang dilakukan secara daring pada 385 subjek usia dewasa awal klinis maupun nonklinis. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah UCLA Loneliness Scale Version 3 milik Russel (1996) untuk mengukur variabel kesepian. Sementara untuk mengukur frekuensi simtom psikotik, alat ukur yang digunakan adalah adaptasi alat ukur Community Assesment of Psychic Experience (CAPE) dalam Bahasa Indonesia yakni Asesmen Komunitas terhadap Pengalaman Psikotik (AKPP) oleh Jaya (2017). Analisis data menggunakan teknik korelasi spearman dan regresi linear sederhana dengan bantuan program IBM SPSS Statistics for Windows vers. 25.00. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kesepian berpengaruh sebagai salah satu faktor risiko pengalaman psikotik secara signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p<0,05) dan nilai koefisien regresi sebesar B=0,714. Besar pengaruh kesepian untuk menjelaskan variasi dari keseluruhan dimensi pengalaman psikotik pada dewasa awal adalah sebesar 26% dengan korelasi antar variabel bersifat positif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 Psi 153-21 Mei p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | kesepian, pengalaman psikotik, kontinum psikotik, dewasa awal | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology | ||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Turwulandari | ||||||
| Last Modified: | 10 Nov 2021 08:35 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/112476 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


