INTAN ADITYAS, - (2022) ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN BURST FRACTURE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
3. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN BURST FRACTURE, INTAN ADITYAS.pdf Download (16MB) |
Abstract
Pendahuluan: Kejadian Burst Fracture sering dialami masyarakat karena disebabkan karena kurang kehati-hatian masyarakat. Kondisi Burst Fracture mengakibatkan komplikasi yaitu nyeri diam, nyeri gerak, nyeri tekan, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, penurunan aktivitas fungsional seperti berjalan dan berdiri yang dapat mengakibatkan masalah gangguan mobilitas fisik pada penderita. Tujuan studi kasus ini adalah menjelaskan asuhan keperawatan medikal bedah pada klien Burst Fracture dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek pada studi kasus ini adalah1 klien yang mengalami Burst Fracture dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Hasil: Hasil studi kasus hari ke 6 klien mengatakan nyerinya berkurang, klien melakukan mobilisasi dini miring kanan dan kiri dibantu keluarga, klien mulai untuk melakukan pergerakan. Klien mengatakan mulai terbiasa melakukan pergerakan miring kanan kiri, Kekuatan otot meningkat, Gerakan klien tampak meningkat, Rentang gerak klien meningkat, Klien tampak mencoba mobilisasi miring kanan dan kiri. Kesimpulan: Hasil evaluasi tindakan selama 6x24 jam pada klien yaitu analisa masalah teratasi dengan Kekuatan otot Ny. I meningkat dimana Ektremitas atas kanan: 5, Ekstremitas atas kiri: 5, Ekstremitas bawah kanan: 4, dan Ekstremitas bawah kiri: 4, Gerakan klien tampak meningkat, Rentang gerak klien meningkat pada pinggul dan lutut sudah dapat fleksi ekstensi secara minimal, abduksi dan adduksi secara minimal tetapi untuk hiperekstensi, rotasi dalam, rotasi luar, dan sirkiimduksi masih terbatas. Klien tampak mulai mencoba mobilisasi miring ke kanan dan kiri dibantu minimal oleh keluarga. Pemberian terapi mobilisasi dini dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan pemberian asuhan keperawatan untuk ineningkatkan mobilitas fisik dengan kekonsistenan latihan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Burst Fracture, fracture, gangguan mobilitas fisik | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing R Medicine > RT Nursing > RT1-120 Nursing |
||||||
| Divisions: | 13. Fakultas Keperawatan > Pendidikan Ners | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Agung BK | ||||||
| Date Deposited: | 25 Feb 2025 04:20 | ||||||
| Last Modified: | 25 Feb 2025 04:20 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/136553 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


