NUR FADHILAHTURROKHMAH, -
(2022)
ASUHAN KEPERAWATAN P ADA KLIEN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK
AKUT (LLA) DENGAN MAS.ALAII KEPERAWATAN NAUSEA
DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA.
Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text
5. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT, NUR FADILAHTURROKHMAH.pdf
Download (21MB)
|
Abstract
Pendahuluan: Pengobatan utama pada leukemia limfoblastik akut dapat
menimbulkan ketidaknyamanan seperti mual atau nausea karena kemoterapi yang dijalani pasien leukemia limfoblastik akut memerlukan proses yang lama. berkelanjutan, dan teratur. Salah satu intervensi keperawatan mandiri yaitu
memberikan rasa nyaman untuk mengurangi mual akibat efek kemoterapi dengan pemberian terapi non farmakologi seperti aromaterapi peppermint. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efek pemberian aromaterapi peppermint
terhadap penurunan mual. Metode: Studi kasus ini menggunakan desain studi kasus tunggal pada pasien leukemia limfoblastik akut usia 6 tahun dengan masalah keperawatan utama nausea dengan tanda-tanda vital stabil, keadaan
umum baik, dan bersed ia dilakukan intervensi. Tingkat nausea pasien diukur dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi non farmakologi
yang dilakukan dengan pemberian aromaterapi peppermint 3x sehari selama 20 menit dan saat mual muncul. Hasil dan Pembahasan: Sete lah dilakukan
interven si berupa pemberian aromaterapi peppermint didapatkan jika nausea yang dirasakan pasien menurun. Ditandai dengan skala mual pasien menurun skala I
(rnual ringan), pasien tidak tampak pucat, nafsu makan pas ien membaik 3x sehari setengah piring, keluhan mual menurun, perasaan ing in muntah menurun.
Kesimpulan : intervensi pemberian aromaterapi peppermint dapat mendukung penurunan mual pada pasien leukemia limfoblastik akut yang menjalani kemoterapi.
Actions (login required)
 |
View Item |