Saskia Rachma, - (2024) Analisis Kadar AMH (Anti-Mullerian Hormone) Berdasarkan Usia Pada Pasien Wanita Yang Menjalani Program IVF (In Vitro Fertilization). Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (ABSTRAK)
70. 152110113010_SASKIA RACHMA - abstrak.pdf Download (5MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
70. 152110113010_SASKIA RACHMA.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Infertilitas merupakan salah satu kondisi pada sistem reproduksi sepasang suami istri belum dikarunia keturunan setelah 1 tahun memutuskan untuk mempunyai anak. Sepasang suami istri dikatakan infertilitas ketika telah berhubungan seksual secara teratur 2-3 kali dalam satu minggu, selama 1 tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi jenis apapun. Faktor penyebab infertilitas diantaranya gangguan pada tuba falopi, ovarium, endometriosis, infeksi vagina, dan hormonal. Salah satu solusi dalam menangani masalah infertilitas ini adalah dengan program IVF (In Vitro Fertilization). Dalam proses IVF (In Vitro Fertilization), pemantauan dan evaluasi cadangan ovarium pasien merupakan langkah krusial untuk memprediksi keberhasilan program ini. Salah satu penanda biologis yang digunakan untuk menilai cadangan ovarium adalah AMH (Anti-Mullerian Hormone). Faktor usia berperan penting dalam kesuburan wanita, salah satunya tergambar dalam siklus hormonal. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi hubungan antara usia dan kadar AMH untuk memahami bagaimana usia mempengaruhi cadangan ovarium sehingga meningkatkan keberhasilan program IVF (In Vitro Fertilization). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui perbandingan kadar AMH (Anti- Mullerian Hormone) berdasarkan usia pada pasien wanita yang menjalani program IVF (In Vitro Fertilization). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 88 data yang diambil dari klinik ASHA IVF Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik antara lain uji normalitas Kolmogorov Smirnov, uji beda independent sample t test, dan uji regresi linear berganda. Adapun hasil yang didapat adalah ditemukan perbedaan signifikan antara kadar AMH (Anti-Mullerian Hormone) pada pasien wanita berusia < 35 tahun dan berusia ≥ 35 tahun dengan tingkat hubungan yang kuat antara usia dan kadar AMH (Anti-Mullerian Hormone).
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | AMH (Anti-Mullerian Hormone), Infertilitas, IVF (In Vitro Fertilization), Usia. | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women | ||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Teknologi Laboratorium Medis | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | S.Sos. Sukma Kartikasari | ||||||
| Date Deposited: | 02 Dec 2025 08:41 | ||||||
| Last Modified: | 02 Dec 2025 08:41 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139341 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


