Euneke Yuliana (2022) Wayang Potehi Lakon Sun Go Kong Di Kelenteng Hong Tiek Hian Surabaya: Dokumentasi Dan Analisis Struktural. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
121411131004 HAL I.pdf Download (266kB) |
|
|
Text (BAB 1)
121411131004 BAB 1.pdf Download (76kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
121411131004.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
"Tujuan penelitian ini, yaitu (1) Mendokumentasikan wayang Potehi lakon Sun Go Kong. (2) Mengungkapkan struktur Wayang Potehi lakon Sun Go Kong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan analisis data. Penelitian ini menggunakan teori struktural Robert Stanton yang bertujuan untuk mengungkapkan unsur intrinsik yang terkandung dalam pertunjukkan tersebut. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Dokumentasi wayang Potehi lakon Sun Go Kong di Kelenteng Hong Tiek Hian Surabaya yang mencakup dua hal, yaitu transkripsi dan terjemahan. (2) Hasil analisis struktural lakon Sun Go Kong yang meliputi tema, tokoh, latar, alur, sudut pandang dan amanat. Alur yang terdapat dalam Lakon Sun Go Kong ini, merupakan alur maju dan terbagi menjadi tiga elemen, yaitu 1) pengenalan, 2) klimaks, 3) akhir. Tema pokok yang terdapat pada wayang Potehi lakon Sun Go Kong adalah tentang kesabaran dan nasihat untuk mawas diri. Tema tersebut ditentukan berdasarkan peran karakter utama yaitu Sun Go Kong, yang merupakan tokoh utama yang bertindak tanpa berpikir dan memiliki karakter yang mudah tersulut amarah cenderung melukai bahkan membinasakan orang lain (musuh) tapi juga orang yang tidak bersalah. Penokohan dalam wayang ini terbagi dalam tiga jenis tokoh, yaitu tokoh utama Sun Go Kong, lalu tokoh pendamping Dewa Po Te Tjo Soe, Hwe Sio Tong Sam Tjong, Ti Pat Kay, Se Go Tjeng dan Dewi Kwan Im, dan tokoh figuran yang diperankan oleh Dewa, Dewi, Raja, Menteri, Siluman, dan Manusia bumi. Latar tempat yang tergambar meliputi gunung, gua, sungai, hutan, kerajaan dan kelenteng. Latar suasana yang digambarkan meliputi suasana menegangkan, mengharuukan, bahagia. Latar waktu yang terjadi meliputi waktu pagi, sore dan malam. Amanat dalam lakon Sun Go Kong adalah jangan mengedepankan keinginan pribadi (hawa nafsu) tapi berbuatlah baik dan tolonglah orang lain. Pada Lakon Sun Go Kong dapat ditemui sudut pandang orang pertama. Karena dalang selalu memainkan berbagai tokoh dengan peran “aku”. Dalam penelitan ini dapat disimpulkan bahwa Wayang Potehi merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai falsafah hidup yang berguna untuk generasi masa kini dan masa depan. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S FIB I 29/22 Eun w | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | wayang Potehi, Sun Go Kong, kelenteng, struktural | ||||||
| Subjects: | P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1600-3307 Drama |
||||||
| Divisions: | 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | mat sjafi'i | ||||||
| Date Deposited: | 20 May 2026 06:56 | ||||||
| Last Modified: | 20 May 2026 06:56 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/141199 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


