Amanilla Hena Almira (2022) Kekuatan Tekan Resin Komposit Nanohybrid Setelah Aplikasi Gliserin Dalam Perendaman Susu Fermentasi. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133167_HALAMAN JUDUL.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133167_BAB I.pdf Download (116kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133167_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Prevalensi karies gigi di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 45,3% penduduk. Penumpatan gigi dilakukan agar karies gigi tidak semakin meluas. Material restorasi yang umum digunakan saat ini adalah resin komposit. Kekuatan tekan resin komposit dipengaruhi oleh proses polimerisasi. Permukaan resin komposit yang terpapar udara menyebabkan terbentuknya oxygen inhibited layer (OIL). Gliserin berperan sebagai surface coating yang dapat menghambat kontak antara resin komposit dengan udara sehingga polimerisasi dapat berjalan optimal. Perubahan sifat mekanis resin komposit juga dipengaruhi oleh pH saliva dan asupan makanan. Kandungan asam dalam susu fermentasi dapat memengaruhi ikatan matriks dan filler pada resin komposit. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kekuatan tekan pada resin komposit nanohybrid setelah aplikasi gliserin dalam perendaman susu fermentasi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat perubahan kekuatan tekan resin komposit nanohybrid setelah aplikasi gliserin dalam perendaman susu fermentasi serta untuk mengetahui apakah aplikasi gliserin dan perendaman dalam susu fermentasi berperan dalam menyebabkan perubahan pada nilai kekuatan tekan resin komposit nanohybrid. Metode: Penelitian eksperimental laboratoris dengan total 28 sampel yang dibagi menjadi 4 kelompok. Sampel resin komposit dibuat dengan ketebalan 3 mm dan diameter 5 mm, dilanjutkan dengan pengukuran kekuatan tekan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil: Uji Independent T-Test menunjukkan hasil yang berbeda signifikan. Nilai kekuatan tekan kelompok dengan aplikasi gliserin lebih tinggi dibandingkan tanpa aplikasi gliserin. Sementara itu, kelompok dengan perendaman dalam susu fermentasi memiliki kekuatan tekan yang lebih rendah dibandingkan dengan perendaman salin. Simpulan: Terdapat perubahan kekuatan tekan resin komposit nanohybrid setelah aplikasi gliserin dalam perendaman susu fermentasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 90 - 23 Ama k | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Gliserin, Kekuatan Tekan, Resin Komposit Nanohybrid, Perendaman, Susu fermentasi. | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 07:50 | |||||||||
| Last Modified: | 18 Jun 2026 07:50 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142660 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


