Ika Windanasari Salim Putri, - (2022) Pemerintahan Populis Vs. Covid 19 : Strategi Kesuksesan Negara Dalam Memitigasi Pandemi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
071811233106_HALAMAN JUDUL.pdf Download (628kB) |
|
|
Text (BAB I)
071811233106_BAB I.pdf Download (160kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
071811233106_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Pada tahun 2020, dunia digemparkan dengan kemunculan virus Covid-19 yang telah menghentikan hampir keseluruhan aktivitas masyarakat. Dengan tingkat penyebaran yang tinggi, virus Covid-19 memberikan banyak dampak tak terkecuali tingkat kematian yang tinggi. Italia menjadi salah satu negara yang mendapatkan dampak paling parah dan dijuluki sebagai episentrum Covid-19 di Benua Eropa. Tingkat rata-rata kematian diakibatkan oleh Covid-19 di Italia lebih dari 1000 per harinya. Hal ini membuat pemerintah Italia melakukan sejumlah cara seperti lockdown untuk membantu mengurangi penyebaran Covid-19. Namun penyebaran virus tersebut semakin cepat dan kematian semakin meningkat ditambah kondisi demografis Italia yang sebagian besar berusia lebih dari 65 tahun. Italia juga sering dianggap sebagai contoh buruk dari penanganan Covid-19 oleh negara lain. Meskipun begitu, tingkat kepercayaan masyarakat Italia tidak berkurang terutama dengan gerakan populis yang sudah mempengaruhi sentimen di kalangan masyarakat Italia. Pada tahun 2021, Italia memasuki fase baru yakni terjadi penurunan angka penyebaran Covid-19 dan mulai dibukanya berbagai tempat keramaian. Dibandingkan dengan negara non-populis di benua Eropa, dalam setahun pemerintah populis Italia dapat lebih cepat menangani penyebaran Covid-19 dan menjadikan kondisi aman terkendali. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, bagaiamana pemerintahan populis Italia mampu menangani penyebaran virus Covid-19 di negaranya lebih cepat dibandingkan pemerintahan non-populis di Eropa. Penulis mengelaborasikan teori populisme dan illiberalisme serta illberlasime dan efektifitas dalam krisis pemerintahan yang kemudian memunculkan argumentasi, yakni pemerintah populis Italia berhasil menangani Covid-19 lebih cepat dan efektif daripada pemerintahan non-populis di Eropa dengan cara menekan ruang bagi oposisi terhadap kebijakan manajemen krisis, sehingga penanganan virus corona tersentralisasi. Pemerintah populis Italia mengendalikan semua sumber daya medis, teknologi dan diplomasi untuk menghadapi Covid-19
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FISIP.HI.07/22 Ika p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Covid-19, Italia, Populisme, Illiberalisme | ||||||
| Subjects: | J Political Science > JZ International relations | ||||||
| Divisions: | 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 03:14 | ||||||
| Last Modified: | 19 Jun 2026 03:14 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/142715 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


