Hubungan Berat Lahir Rendah Dan Tinggi Badan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo

Aminatus Sholeha (2022) Hubungan Berat Lahir Rendah Dan Tinggi Badan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
101811233005_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
101811233005_BAB I.pdf

Download (468kB)
[img] Text (FULLTEXT)
101811233005_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stunting adalah kondisi balita pendek dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur kurang dari -2 SD. Stunting dapat disebabkan oleh faktor langsung seperti kurangnya asupan zat gizi atau penyakit infeksi kronis, serta faktor tidak langsung seperti lingkungan dan keluarga, salah satunya adalah berat badan lahir rendah dan tinggi badan ibu. Kecamatan Wonomerto menempati posisi kedua teratas dengan kejadian stunting tertinggi di kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara berat badan lahir rendah dan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di kecamatan Wonomerto kabupaten Probolinggo tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian yang dilakukan bersifat observasional, sehingga responden tidak diberikan intervensi atau perlakuan apapun. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional untuk mempelajari hubungan faktor resiko dengan efek. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dan balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo yang memiliki catatan lahir di Kecamatan Wonomerto yaitu sebesar 2.441 balita. Sedangkan besar sampel penelitian sebanyak 97 balita yang di ambil dengan teknik multistage random sampling. Variabel dependen yaitu kejadian stunting, sedangkan variabel independen yaitu tinggi badan ibu. Data yang dikumpulkan diperoleh dari hasil pengukuran, kunjungan ke puskesmas dan interview responden. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat yang di uji menggunakan distribusi frekuensi serta uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga anak (balita) mengalami stunting (39,2%), sebagian besar anak (balita) lahir dengan berat badan normal yaitu lebih dari 2500 gram (83,5%), dan lebih dari sepertiga ibu balita memiliki perawakan pendek yaitu tinggi badan kurang dari 150 cm (38,1%). Uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir rendah (p=0,008) dan tinggi badan ibu (p=0,005) dengan kejadian stunting. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berat badan lahir pada anak (balita) dan tinggi badan ibu hubungan dengan kejadian stunting. Oleh karena itu perlu adanya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap status gizi sebagai persiapan untuk menjadi calon ibu yang mampu memberikan kehidupan yang pantas diterima anak. Selain itu perlu adanya pengoptimalan status gizi dari segi kualitas dan kuantitas baik jauh sebelum ibu hamil, saat hamil, maupun setelah anak lahir untuk meminimalisir resiko terjadinya stunting.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FKM.G 48 - 23 Ami h
Uncontrolled Keywords: stunting, low birth weight, mother's height, child, probolinggo
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG940-991 Maternal care. Prenatal care services
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM
Aminatus SholehaNIM101811233005
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSRI SUMARMINIDN196806251992032002
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 29 Jun 2026 01:13
Last Modified: 29 Jun 2026 01:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143144
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item