Atina Sekar Ramdhani Suryanto, - (2022) Creative Self-Efficacy Sebagai Moderator dalam Pengaruh Job Autonomy Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Karyawan Startup. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
111811133010-HAL JUDUL.pdf Download (295kB) |
|
|
Text (BAB 1)
111811133010-BAB 1.pdf Download (83kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
111811133010.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran moderasi creative self-efficacy pada pengaruh job autonomy terhadap perilaku kerja inovatif karyawan startup. Pemberian job autonomy yang tinggi dalam desain pekerjaan tidak selalu diiringi dengan pemunculan perilaku kerja inovatif yang tinggi pula dari karyawannya, hal ini disebabkan oleh adanya faktor personal yang berperan dalam pengaruh job autonomy terhadap perilaku kerja inovatif. Creative self-efficacy (CSE) menjadi salah satu faktor yang dapat menjelaskannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengambilan data survei. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 98 subjek dengan rentang usia kisaran 17-34 tahun ("M" _"usia" "=24; " ?"SD" ?_"usia" "=3,85" ). Alat ukur yang digunakan untuk mengukur perilaku kerja inovatif adalah alat ukur individual innovative behavior yang telah di translasi oleh Christianto (2018). Variabel job autonomy diukur menggunakan alat ukur WDQ tepatnya pada dimensi task characteristic di bagian job autonomy yang telah di translasi oleh Ardy (2018). Sedangkan, creative self-efficacy diukur menggunakan alat ukur CSE yang telah di translasi dan digunakan Kurnia (2017). Hasil penelitian dianalisis dengan moderated regression analysis menggunakan metode bootstrap dengan bantuan program statistik Jamovi versi 2.2.5. Hasil penelitian menunjukkan interaction effects antara job autonomy X creative self-efficacy memiliki efek positif yang signifikan (B = 0,5; ?"CI" ?_"95" " [0,0754; 0,999]" , SE = 0,214; p= 0,038). Penelitian ini membuktikan bahwa creative self-efficacy merupakan variabel yang memperkuat pengaruh job autonomy terhadap perilaku kerja inovatif karyawan. Maka dari itu, pemberian job autonomy yang tidak disertai dengan creative self-efficacy tinggi dapat menyebabkan kecenderungan berinovasi di tempat kerja menjadi rendah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.Psi 40 - 23 Ati c | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Efiksasi diri kreatif, otonomi pekerjaan, perilaku kerja inovatif, startup | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology | ||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | prasetyo adi nugroho | ||||||
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 03:42 | ||||||
| Last Modified: | 29 Jun 2026 03:42 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143191 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


