HUBUNGAN BODY MASS INDEX, STRES PSIKOLOGIS, DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OLIGOMENOREA PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN YASINAT JEMBER

Silvi Dina Rosida, - (2022) HUBUNGAN BODY MASS INDEX, STRES PSIKOLOGIS, DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OLIGOMENOREA PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN YASINAT JEMBER. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011911233009 HALAMAN I.pdf

Download (337kB)
[img] Text (BAB I)
011911233009 BAB I.pdf

Download (55kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011911233009.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Oligomenorea adalah salah satu jenis gangguan siklus menstruasi yang paling umum, dan semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Wanita dengan oligomenore memiliki interval menstruasi lebih dari 35 hari dan kurang dari 90 hari. Oligomenorea banyak terjadi pada kalangan remaja, tujuh puluh lima persen wanita pada tahap remaja akhir atau remaja lanjut penderita oligomenorea. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Status gizi, stres psikologis, dan aktivitas fisik terhadap kejadian Oligomenore pada remaja usia 17-19 tahun di pondok pesantren yasinat. Metode: Penelitian menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang disebarkan secara offline. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: didapatkan hasil BMI Kurang dari 18,5 kg/m2 dan BMI lebih dari 25 kg/m2 atau sebanyak 24,4% memiliki siklus yang jarang (oligomenore), resonden dengan aktivitas ringan sebanyak 3,7% mengalami oligomenorea, sedangkan responden dengan aktivitas fisik lebih sebanyak 40% mengalami oligomenorea, responden dengan kategori normal sebanyak 21,7% mengalami oligomenorea, stres ringan sebanyak 27,8% mengalami oligomenorea, stres sedang sebanyak 47,1% yang mengalami oligomenorea. Analisis hasil chi square BMI dengan oligomenorea didapatkan p-value 0,006 yang artinya memiliki hubungan yang signifikan, sedangkan stres psikologis dengan oligomenorea memiliki p-value 0,227 yang artinya tidak memiliki hubungan, dan aktivitas fisik dengan oligomenorea memiliki p-value 0,224 yang artinya tidak memiliki hubungan dengan kejadian oligomenorea. Kesimpulan: sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara BMI dengan kejadian oligoamenore sehingga perlu adanya evaluasi untuk berat badan remaja, namun tidak terdapat hubungan antara stres psikologis, aktivitas fisik terhadap kejadian oligomenorea di pondok pesantren yasinat. Kata kunci : Aktivitas Fisik, BMI, Oligomenorea, Stres psikologis

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 101 - 23 Maa p
Uncontrolled Keywords: papilopati diabetik, diabetes melitus, pembengkakan diskus optikus, profil klinis, studi retrospektif deskriptif
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > Including massage, exercise, occupational therapy, hydrotherapy, phototherapy, radiotherapy, thermotherapy, electrotherapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kebidanan
Creators:
CreatorsNIM
Silvi Dina Rosida, -NIM011911233009
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorASHON SA'ADII, -NIP196712242016016101
Thesis advisorBAMBANG PURWANTO, -NIP198008282006041002
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 30 Jun 2026 02:29
Last Modified: 30 Jun 2026 02:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/143232
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item