ANALISIS PENGGUNAAN DAN BIAYA OBAT PASIEN RAWAT JALAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) POLIKLINIK NEUROLOGI

DEWI DAMAYANTI (2022) ANALISIS PENGGUNAAN DAN BIAYA OBAT PASIEN RAWAT JALAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) POLIKLINIK NEUROLOGI. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
051915153002_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (3MB)
[img] Text (BAB I)
051915153002_BAB I.pdf

Download (449kB)
[img] Text (FULLTEXT)
051915153002_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Obat merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan. INA-CBGs dan non-INA-CBGs merupakan sistem pembayaran bagi pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pengendalian persediaan obat di rumah sakit harus dijaga secara tepat dan efektif untuk mendorong keterjangkauan dan ketersediaan obat yang berkelanjutan dalam sistem pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini mengkaji profil penggunaan dan biaya obat pada pasien rawat jalan JKN di Poliklinik Neurologi. Metode: Studi retrospektif observasional yang dianalisis secara deskriptif dengan sampel resep obat rawat jalan dari Poliklinik Neurologi di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Indonesia, dari Januari – Maret 2020. Dilakukan analisis ABC, VEN, kombinasi ABC-VEN, penggunaan obat berdasarkan Formularium Nasional, dan analisis biaya obat INA-CBGs & kronis berdasarkan kelompok diagnosis. Hasil dan Kesimpulan: Terdapat 1.993 resep dengan total 172.809 obat yang telah diteliti. Jumlah rata-rata obat yang diresepkan adalah 3,7 (kisaran: 1-8). Peresepan obat berdasarkan Formularium Nasional adalah 93%. Jumlah total jenis obat yang digunakan adalah 131. Total biaya obat yang dikeluarkan sebesar Rp 236.617.631. Analisis ABC berdasarkan nilai pemakaian diperoleh 16, 16, dan 99 jenis obat yang masing-masing termasuk dalam kategori A, B, dan C. Analisis ABC berdasarkan nilai investasi diperoleh 6, 10, dan 115 jenis obat yang masing-masing termasuk dalam kategori A, B, dan C. Pada analisis matriks ABC-VEN, 18, 68, dan 45 jenis obat adalah kategori I, II, dan III, terhitung 80,35%, 16,76%, dan 2,89% dari total anggaran. Selisih biaya antara total biaya obat e-katalog dengan total biaya obat riil sebesar 5,35% (p<0,005). Penggunaan obat akut yang termasuk dalam nilai INA-CBGs cukup efisien, dengan rata-rata 21,44%. Rata-rata biaya obat kronis sebesar Rp 85.233,73. Namun, masih terdapat beberapa kelompok diagnosis dengan nilai obat yang tinggi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK T.FF.FK 10 - 23 Dew a
Uncontrolled Keywords: Drug Use, Drug Costs, ABC-VEN matrix analysis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > S2 Farmasi Klinik
Creators:
CreatorsNIM
DEWI DAMAYANTINIM051915153002
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBUDI SUPRAPTINIDN196111141987012001
Thesis advisorMARETA RINDANG ANDARSARINIDN199005242014042001
Thesis advisorABDULLOH MACHINNIDN197706152009041004
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 20 Jul 2026 06:46
Last Modified: 20 Jul 2026 06:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144035
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item