Dwi Ratnasari, - (2022) Hubungan Perilaku Keselamatan Berkendara Dan Waktu Berkendara Dengan Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Pengendara Sepeda Motor Pada Siswa SMA Di Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101511133057_HALAMAN JUDUL.pdf Download (383kB) |
|
|
Text (BAB I)
101511133057_BAB I.pdf Download (202kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101511133057_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Banyaknya angka kecelakaan di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh volume kendaraan yang terus meningkat. Kecelakaan lalu lintas paling banyak melibatkan sepeda motor adalah siswa sekolah menengah atas (SMA). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perilaku berkendara dan waktu berkendara dengan kejadian kecelakaan lalu lintas pada siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebesar 114 orang yang diambil secara acak menggunakan teknik sampling two stage cluster random sampling. Variable terikat pada penelitian ini adalah kecelakaan lalu lintas dan variable bebas terdiri dari perilaku berkendara yang meliputi kelengkapan APD, keadaan mengantuk, kecepatan berkendara, ketertiban berkendara, penggunaan telepon genggam, kepemilikan SIM C, dan waktu berkendara meliputi pagi, siang/sore hari, dan malam. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square dan uji fischer exact. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara sikap penggunaan APD (p=1), tindakan penggunaan APD (p=0,200), sikap mengantuk (p=0,504), tindakan mengantuk (p=0,781), sikap kecepatan berkendara (p=0,262), tindakan kecepatan berkendara (p=0,834), sikap ketertiban berkendara (p=0,074), tindakan ketertiban berkendara (p=0,200), sikap menggunakan telepon genggam (p=0,492), tindakan menggunakan telepon genggam (p=0,096), tindakan kepemilikan SIM C (p=0,182), waktu berkendara (0,200) dengan kejadian kecelakaan lalu lintas pada siswa SMA di Kecamatan Wonokromo sedangkan sikap kepemilikan SIM C (p=0,031) memiliki hubungan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas sepeda motor pada siswa SMA di Kecamatan Wonokromo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepemilikan SIM C memiliki hubungan dengan kecelakaan lalu lintas. Kepemilikan SIM C menunjukkan bahwa seseorang telah memenuhi kriteria usia, pengetahuan/wawasan dan keteramilan dalam berkendara. Oleh karena itu perlu adanya kontribusi dari pihak kepolisian dalam memperketat peraturan tentang kepemilikan SIM C, perlu adanya peraturan dari sekolah bahwa siswa yang berkendara sepeda motor wajib memiliki SIM C, dan perlu adanya dari orang tua/wali murid kepada anaknya tentang izin dalam menggunakan kendaraan bermotor.
Actions (login required)
![]() |
View Item |


