EKO WAHYUDI, - (2022) PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorhiza) PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FEED CONVERTION RATIO IKAN NILEM (Osteochilus hasselti). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN I)
141811535017 HALAMAN I.pdf Download (334kB) |
|
|
Text (BAB I)
141811535017 BAB I.pdf Download (49kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
141811535017.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Ikan nilem merupakan salah satu spesies dari 23 spesies Ostheocilus yang merupakan ikan asli perairan Indonesia. Ikan nilem memiliki beberapa keunggulan yakni reproduksi yang tinggi, tahan terhadap penyakit, sebagai ikan terapi, dan beberapa produk olahan seperti dendeng, abon, dan pepes. Permasalahan yang terjadi selama proses budidaya ikan nilem adalah pertumbuhan relatif lambat, survival rate rendah, dan nilai FCR yang cenderung tinggi. Pemberian tepung temulawak pada pakan merupakan penambahan bahan nabati alami untuk meningkatkan laju pertumbuhan. Temulawak mengandung kurkumin, minyak atsiri, dan flavonida. Fungsi temulawak yakni mempercepat pengosongan lambung dan meningkatkan nafsu makan pada ikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan laju pertumbuhan harian dan laju pertumbuhan spesifik, serta mengetahui penurunan nilai FCR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pada penelitian yaitu P1 (Kontrol tanpa pemberian tepung temulawak), P2 (15 gr), P3 (25 gr), P4 (50 gr), dan P5 (75 gr). Penelitian dilakukan di Laboratorium Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam, Universitas Airlangga di Banyuwangi selama 40 hari pemberian perlakuan pada ikan nilem. Analisa data pada penelitian ini dengan menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian penambahan tepung temulawak pada pakan ikan nilem menunjukkan adanya pengaruh terhadap laju pertumbuhan dan nilai konversi pakan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai GR berkisar antara 0,018 – 0,033 gr/hari, nilai SGR berkisar antara 0,56 – 0,95 %/hari, dan nilai FCR berkisar antara 1,36 – 2,01 dimana perlakuan P4 (50 gr) merupakan perlakuan terbaik pada penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FPK.A.PDD 20 - 23 Eko p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ikan nilem, temulawak, GR, SGR, FCR | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QL Zoology > QL1-991 Zoology | |||||||||
| Divisions: | 17. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam > Akuakultur | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 03:13 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 03:13 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144426 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


