Stigma Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Terapi Jiwa "Margo Widodo" Desa Paringan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo

Mayasari, - (2022) Stigma Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Terapi Jiwa "Margo Widodo" Desa Paringan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
071711733002_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (877kB)
[img] Text (BAB I)
071711733002_BAB I.pdf

Download (876kB)
[img] Text (FULLTEXT)
071711733002_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Rumah Terapi Jiwa "Margo Widodo" merupakan salah satu tempat untuk memulihkan keberfungsian sosial Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) agar mampu menjalankan keberfungsian sosialnya dengan baik pada saat kembali ke keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar. Beberapa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Terapi Jiwa "Margo Widodo" yang sudah sembuh namun tidak dijemput oleh keluarga,. Hal ini disebabkan karena adanya stigma oleh masyarakat termasuk keluarga terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Terapi Jiwa "Margo Widodo". Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penentuan informan didasarkan pada pemilihan informan yang baik menurut Spradley. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Interaksi Simbolik Herbert Blumer untuk menganalisis proses dan alasan masyarakat memberi stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta Teori Stigma untuk menganalisis bentuk stigma masyarakat terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hasil penelitian menunjukkan proses terbentuknya stigma masyarakat terdiri dari isyarat, stereotip, prasangka, dan diskriminasi. Terdapat tiga alasan masyarakat memberi stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) antara lain pemahaman masyarakat terhadap gangguan jiwa yang masih kurang, keyakinan yang menganggap bahwa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak dapat sembuh, dan kurangnya komunikasi antara masyarakat dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa(ODGJ). Bentuk-bentuk stigma antaralain labelling, stereotype, dan discrimination. Dampak dari adanya stigma terjadi pada individu yaitu ketakutan dan penambahan depresi pada individu itu sendiri. Sedangkan dampak pada petugas rumah terapi yaitu kurangya tempat tinggal dan tenaga kerja apabila pasien tidak kembali ke keluarga. Saran dalam penelitian ini seharusnya masyarakat tidak memberikan stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), karena kesembuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bergantung pada dukungan dari lingkungan sekitar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK KKB S. FISIP. A. 28-22 May s
Uncontrolled Keywords: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Rumah Terapi Jiwa Stigma
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA790-790.95 Mental health. Mental illness prevention
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsNIM
Mayasari, -NIM071711733002
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBAMBANG BUDIONO MULYO S, -NIDN0030035802
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 11 Aug 2026 01:03
Last Modified: 11 Aug 2026 01:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144527
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item