Nadia Ayu Ningsih, - (2022) Efek Perubahan Nilai Tukar terhadap Neraca Perdagangan Indonesia: Fenomena J-Curve dan Efek Asimetris. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (cover)
cover.pdf Download (281kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (93kB) |
|
|
Text (Full text)
041611133031.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap nilai tukar negara mitra dagangnya dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Penelitian ini juga menganalisis adanya fenomena J-Curve pada tingkat agregat yaitu di negara China, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, India, Malaysia, Korea, Filipina, Thailand, dan Australia, serta data yang digunakan dari tahun 1989 sampai 2019 dengan menggunakan metode Autoregressive Distributed-Lag (ARDL) dan Non-linier Autoregressive Distributed- Lag (NARDL). Hasil estimasi ARDL menunjukkan bahwa terdapat 8 negara, dimana perubahan nilai tukar riil berpengaruh terhadap neraca perdagangan, yaitu Cina, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Thailand, India, Malaysia, dan Filipina. Hasil estimasi NARDL jangka pendek untuk variabel nilai tukar yang telah dikelompokkan menjadi depresiasi dan apresiasi menghasilkan, variabel depresiasi berpengaruh signifikan ditunjukkan oleh negara Cina, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, India, Malaysia, Korea, dan Filipina. Sedangkan pada variabel apresiasi, pengaruh signifikan terdapat pada negara Cina, Amerika Serikat, dan Korea. Hasil estimasi NARDL jangka panjang variabel depresiasi Rupiah terhadap nilai tukar mitra dagang, terdapat 4 negara, yaitu India, Australia, Singapura, dan Thailand berpengaruh secara signifikan. Variabel apresiasi Rupiah terhadap nilai tukar mitra dagang, hanya Korea yang berpengaruh secara signifikan. Estimasi metode ARDL menunjukkan bahwa tidak ada negara mitra dagang Indonesia yang mengalami fenomena J-Curve. Sementara itu, menggunakan metode NARDL, fenomena J-Curve ditemukan pada perdagangan Indonesia dengan Cina dan Korea. Pada penelitian ini, tidak ada negara yang mengalami fenomena J- Curve pada kedua metode ARDL maupun NARDL. Hal ini membuktikan bahwa neraca perdagangan Indonesia bersifat inelastis, sehingga perubahan pada harga tidak berpengaruh terhadap aktivitas ekspor dan impor.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 S.FEB.EP 46 - 23 Nad e | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Key words : Exchange rate, Trade Balance, ARDL, NARDL, J-Curve. | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HG Finance > HG3810-4000 Foreign exchange. International finance. International monetary system | ||||||
| Divisions: | 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 09:01 | ||||||
| Last Modified: | 11 Aug 2026 09:01 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144567 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


