Yusrina Naily Farih, - (2022) Pengaruh Keberfungsian Keluarga Terhadap Regulasi Emosi Pada Remaja Awal. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
111811133182_HALAMAN JUDUL.pdf Download (450kB) |
|
|
Text (BAB I)
111811133182_BAB I.pdf Download (131kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
111811133182_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Remaja awal merupakan individu yang berusia 12 sampai 15 tahun. Pada masa remaja awal, individu akan lebih sering untuk mengalami fluktuasi emosi dan cenderung meledak-ledak serta tidak mampu mengontrol emosinya. Kemampuan yang dimiliki individu untuk mengatur emosi guna mencapai keseimbangan emosional disebut dengan regulasi emosi (Gross, 2014). Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi regulasi emosi salah satunya yaitu keluarga. Dalam hal ini, keluarga dapat menjadi pilar dalam membentuk ketahanan pondasi mental dan kejiwaan remaja pada fase awal perkembangannya yang akan berpengaruh dan menentukan keberhasilan fase perkembangan berikutnya. Keberfungsian keluarga adalah konstruk multidimensional yang menggambarkan kegiatan dan interaksi keluarga untuk memenuhi tujuannya (Epstein, dkk., 2000). Oleh karena itu, keluarga dengan fungsi yang buruk akan berdampak pada kesulitan anak dalam mempelajari respons emosional yang tepat dan kurangnya keterampilan regulasi emosi sebagai orang dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keberfungsian keluarga terhadap regulasi emosi pada remaja awal. Subjek penelitian adalah 162 remaja awal yang berusia 13-15 tahun dan sedang tinggal bersama keluarga. Pengumpulan data menggunakan metode survei dengan dua instrumen yaitu skala family assessment device dan emotion regulation questionnaire. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 22.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga berpengaruh terhadap regulasi emosi pada remaja awal (p=0,001). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga memiliki pengaruh sebesar 7% terhadap regulasi emosi pada remaja awal. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin berfungsi suatu keluarga maka semakin baik pula regulasi emosi yang dimiliki remaja awal. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya oleh Uci & Savira (2019) terkait dengan hubungan keberfungsian keluarga dengan regulasi emosi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK S.Psi.62-22 Yus p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Keberfungsian keluarga, regulasi emosi, remaja awal | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ793-799.2 Youth. Adolescents. Teenagers |
||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 02:39 | ||||||
| Last Modified: | 27 Aug 2026 02:39 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145144 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


