Lailatul Nadiroh Pengaruh Pernikahan Usia Remaja Terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan. Skripsi thesis, UNSPECIFIED.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101811233018_HALAMAN JUDUL.pdf Download (424kB) |
|
|
Text (BAB I)
101811233018_BAB I.pdf Download (107kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101811233018_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Perkawinan usia remaja bisa berdampak pada status gizi anak yang dihasilkan. Remaja yang melakukan pernikahan usia remaja 15-19 tahun, ternyata didapat anak-anak dari orangtua yang menikah usia remaja cenderung mengabaikan pola asuh yang diterima anaknya sehingga berakibat pada kejadian stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita ditandai dengan tinggi badan anak rendah yang disebabkan faktor risiko secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pernikahan usia remaja terhadap kejadian stunting di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90 balita berusia 6 – 59 bulan. Sampel terdiri dari sampel kasus yaitu 45 balita yang mengalami stunting dan sampel kontrol 45 balita yang tidak mengalami stunting. Variabel dependen adalah kejadian stunting dan variabel independen merupakan BBLR, riwayat pemberian ASI Ekslusif, pola asuh ibu, status ekonomi keluarga, pendidikan orang terakhir orang tua, asupan zat gizi balita . Hubungan stunting dengan variabel penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square. Dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting adalah teenage marriage (p=0.04 ; OR= 8.355) riwayat pemberian ASI Ekslusif (p=0.000; OR=0.12) dan BBLR (p=0.000; OR=22.48). Riwayat pemberian ASI Ekslusif 2 kali berisiko. Variabel asupan energy balita (0.777), karbohidrat (0.111), protein (-),lemak (0.201), zat besi (0.827), seng (0.613) terhadap kejadian stunting. Kesimpulan penelitian ini yang merupakan faktor risiko kejadian stunting yaitu pernikahan usia remaja, riwayat ASI Eksklusif, asupan zat gizi balita. Sedangkan untuk pendidikan terakhir orang tua, status ekonomi keluarga, pola asuh ibu, BBLR bukan faktor risiko kejadian stunting di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan. Kata Kunci, Stunting, pernikahan usia remaja, ASI ekslusif, BBLR
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply |
||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 08:11 | ||||
| Last Modified: | 08 Sep 2026 08:11 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/145794 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


