BOBBY KENNEDY (2022) PERBANDINGAN AGILITY ANTARA ATLET PUSLATDA JAWA TIMUR DENGAN PLANTAR FASCIITIS ASIMTOMATIK DAN PLANTAR FASCIA NORMAL. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
012115653118_HALAMAN JUDUL.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
012115653118_BAB I.pdf Download (289kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
012115653118_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Plantar fascia merupakan salah satu struktur yang berperan penting dalam menunjang stabilisasi lengkung longitudinal medial kaki, terutama saat berjalan dan berlari. Proses kronis dari mikrotrauma berulang menyebabkan plantar fasciitis dengan manifestasi utama nyeri yang dapat menyebabkan gangguan stabilisasi dan ketahanan kaki. Pada plantar fasciitis kronis akan terjadi perubahan vaskularisasi serta penebalan plantar fascia. Kedua hal ini secara signifikan mengganggu fungsi kaki, functional performance termasuk agility, keseimbangan statik dan dinamik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan agility pada atlet Puslatda Jawa Timur dengan plantar fasciitis asimtomatik dan plantar fascia normal. Metode: Penelitian ini adalah merupakan penelitian retrospektif observasional menggunakan rekam medik atlet yang menjalani skrining risiko cedera olah raga di Sport Clinic RSUD dr. Soetomo Surabaya. Subyek dibagi menjadi kelompok plantar fasciitis asimtomatik (PFA) dan plantar fascia normal (PFN). Agility dari kedua kelompok diiukur menggunanan tools Agility “T” drill test dan dibandingkan antara kedua kelompok. Hasil: Didapatkan 98 subyek yang terbagi dalam 49 subyek dalam kelompok PFA (25 laki-laki dan 24 perempuan berusia 17 – 33 tahun) dan 49 subyek dalam kelompok PFN (20 laki-laki dan 29 perempuan berusia 16 – 31 tahun). Rerata agility pada kelompok PFA adalah sebesar 11.3 ± 0.13 detik (9.62 detik – 12.81 detik) sedangkan pada kelompok PFN sebesar 11.76 ± 0.18 detik (9.16 detik – 16.34 detik). Tidak ada perbedaan agility yang signifikan antara kedua kelompok penelitian (p 0.068). Analisa menurut masing-masing cabang olahraga menunjukkan bahwa selain cabang olahraga wushu (p 0.006) dan anggar (p 0.012), tidak terdapat perbedaan signifikan pada agility antara kelompok PFA dan PFN. Analisa menurut faktor intrinsik menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara agility dengan jenis kelamin (p 0.000, r = 0.482). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan agility yang signifikan antara atlet dengan plantar fasciitis asimtomatik dan atlet dengan plantar fascia normal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK T.FK.KK 87 - 23 Bob p | ||||
| Uncontrolled Keywords: | agility, athlete, plantar fascia, plantar fasciitis | ||||
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery > RD520-599.5 Surgery by region, system, or organ | ||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S2 Ilmu Kedokteran Klinik | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | ||||
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 03:56 | ||||
| Last Modified: | 09 Sep 2026 03:56 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146019 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


