Azizah Wulandari, - (2022) Estimasi Kadar Polutan Pm2.5 Di Dki Jakarta Berdasarkan Metode Cokriging. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
081811833025_HALAMAN JUDUL.pdf Download (689kB) |
|
|
Text (BAB I)
081811833025_BAB I.pdf Download (96kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
081811833025_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Particulate Matter 2.5 (PM2.5) merupakan polutan yang sangat kecil dengan ukuran kurang dari 2,5 ?m namun sangat berbahaya karena dapat terhirup secara langsung sehingga menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Meningkatnya kadar PM dipengaruhi oleh adanya peningkatan kelembaban karena konsentrasi PM memiliki hubungan positif dengan kelembaban. Provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi dengan posisi pertama dengan polusi udara tertinggi di Indonesia. Pada 29 Juli 2021, polusi udara pada provinsi ini masuk pada kategori “Tidak Sehat Bagi Kelompok Sensitif” dengan polutan utama PM2.5 yang konsentrasinya 4 kali lebih tinggi dari standar World Health Organization (WHO). Sayangnya, di Provinsi DKI Jakarta hanya terdapat lima stasiun pantau polusi udara, yaitu Stasiun Bundaran HI, Kelapa Gading, Jagakarsa, Lubang Buaya, dan Stasiun Kebun Jeruk. Hal ini tentu perlu pertimbangan lebih untuk melihat kondisi polusi udara terkhusus polutan PM2.5 pada semua titik kecamatan yang ada provinsi ini, dengan harapan penanganan polusi udara bisa tepat pada sasaran dan efektif untuk menaggulangi masalah pencemaran udara yang terjadi. Untuk itu, penulis melakukan estimasi kadar polutan PM2.5 pada seluruh titik kecamatan yang ada di Provinsi DKI Jakarta menggunakan metode Cokriging dengan tujuan memberikan informasi berupa data dugaan kadar PM2.5 pada 42 titik diluar stasiun pantau. Data ini dapat digunakan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan untuk menangani masalah polusi udara yang ada di Jakarta. Berdasarkan hasil estimasi kadar polutan PM2.5 pada 42 kecamatan yang ada di DKI Jakarta, urutan kawasan dengan rata-rata kadar polutan PM2.5 dari tertinggi adalah Jakarta Utara sebesar 85,21, Jakarta Selatan sebesar 67,36, Jakarta Timur sebesar 66,57, Jakarta Pusat sebesar 60,29, dan yang paling rendah adalah Jakarta Barat sebesar 59,94.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FST.S.16/22 Azi e | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Estimasi, Kadar Polutan PM2.5, Provinsi DKI Jakarta, Estimasi, Metode Cokriging | |||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HA Statistics | |||||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Statistika | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 07:27 | |||||||||
| Last Modified: | 11 Sep 2026 07:27 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146404 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


