HUBUNGAN KADAR D-DIMER DENGAN DERAJAT NYERI KEPALA PADA PASIEN COVID-19

AAN DWI PRASETIO, - (2022) HUBUNGAN KADAR D-DIMER DENGAN DERAJAT NYERI KEPALA PADA PASIEN COVID-19. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN I)
011828036306 HALAMAN I.pdf

Download (182kB)
[img] Text (BAB I)
011828036306 BAB I.pdf

Download (50kB)
[img] Text (FULL TEXT)
011828036306.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Nyeri kepala adalah salah satu gejala awal COVID-19 yang paling sering (43%). Nyeri kepala pada COVID-19 disebabkan beberapa mekanisme: invasi virus ke cavum nasal, kerusakan endotel dan reseptor ACE2 di endotel (respon neuroinflamasi), serta efek mekanisme badai sitokin. Saat ini biomarker nyeri kepala adalah CGRP, 5HT, melantonin dan susbtansi P, neuroinflamasi pada nyeri kepala juga berkaitan dengan biomarker inflamasi pada COVID-19 yaitu: limfosit, prokalsitonin, ferritin,dan IL-6. D-Dimer adalah hasil dari pemecahan fibrin saat terjadi inflamasi. Sehingga dengan mengetahui kadar D-Dimer dapat menjadi parameter perberatan gejala klinis terutama nyeri kepala pada pasien COVID-19. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan kadar D-dimer pada penderita COVID-19 yang mengalami nyeri kepala. Metode: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan rancangan penelitian kohort retrospektif. Subjek penelitian ini adalah semua penderita COVID-19 yang nyeri kepala di RSUD Dr. Soetomo saat periode penelitian yang memenuhi kriteria inklusi, eksklusi, dan drop out. Metode pengambilan subjek penelitian menggunakan total sampling. Data dilihat dari rekam medis. Hasil: Sejumlah 85 subjek tercatat pada studi ini. Pada data demografik didapatkan rata-rata CT value adalah 23,43, dengan derajat keparahan COVID-19 yang mengalami nyeri kepala terbanyak adalah COVID-19 derajat berat (44,7%). Didapatkan hubungan yang signifikan antara peningkatan kadar D-Dimer saat perawatan dengan peningkatan derajat nyeri kepala menggunakan skala Wong Becker Face Scale (p = 0,000**). Kadar D-Dimer yang makin meningkat disertai dengan peningkatan derajat nyeri kepala sebanyak 70,6% pasien. dengan analisis relatif risk menunjukkan bahwa jika D-Dimer meningkat maka derajat nyeri kepala juga ikut meningkat sebesar 2,95 kali (IK 95% 1,404 – 6,197). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara peningkatan kadar D-dimer dengan derajat nyeri kepala pada pasien COVID-19. Kata Kunci: D-dimer, Nyeri kepala, Wong Becker Face Scale, COVID-19

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK Sp.FK.N 07 - 23 Aan h
Uncontrolled Keywords: D-dimer, Headache, Wong Becker Face Scale, COVID-19
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Neurologi (Spesialis)
Creators:
CreatorsNIM
AAN DWI PRASETIO, -NIM011828036306
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDEVI ARIANI SUDIBYO, -NIP198210012008012014
Thesis advisorISTI SUHARJANTI, -NIP196205261989012001
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 16 Sep 2026 01:22
Last Modified: 16 Sep 2026 01:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/146991
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item