Nabilla Ayu Mutiara, - (2022) Hubungan Gaya Kelekatan Romantis Dewasa Dengan Ide Bunuh Diri Pada Dewasa Awal Dalam Hubungan Pacaran. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
111811133164_HALAMAN JUDUL.pdf Download (548kB) |
|
|
Text (BAB I)
111811133164_BAB I.pdf Download (303kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
111811133164_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kelekatan romantis dengan ide bunuh diri pada dewasa awal dalam hubungan pacaran. Dewasa awal memiliki tugas perkembangan membangun hubungan intim seperti pacaran, namun hubungan pacaran dengan kualitas rendah dapat lebih merugikan individu dibandingkan tidak berada dalam hubungan pacaran. Individu dapat mengembangkan ide bunuh diri dalam pacaran apabila depresi muncul akibat trauma dari hubungan tidak sehat yang mereka jalani. Pengalaman kelekatan masa kecil memiliki peran penting dalam munculnya ide bunuh diri di masa dewasa. Gaya kelekatan romantis menjelaskan bagaimana individu berpikir, merasa dan berperilaku dalam hubungan romantis. Perbedaan individu dalam gaya kelekatan romantis dewasa dikonseptualisasikan menjadi kelekatan avoidant dan kelekatan anxious. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode pengumpulan data survei. Penelitian dilakukan pada dewasa awal dalam hubungan pacaran yang pernah atau sedang memiliki ide bunuh diri. Jumlah partisipan penelitian ini sebanyak 133 orang dengan rentang usia 20-30 tahun. Alat ukur gaya kelekatan romantis dewasa adalah Experience in Close Relationship-Revised (ECR- R) yang disusun oleh Fraley dan kawan-kawan (2000) dan telah diterjemahkan oleh Trifiani (2012). Alat ukur ide bunuh diri adalah Scale for Suicide Ideation milik Beck dan kawan-kawan (1979) yang telah diterjemahkan oleh Vyandri (2018). Hasil analisis data penelitian dengan teknik korelasi Spearman’s rho menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara gaya kelekatan anxious dengan ide bunuh diri pada dewasa awal dalam hubungan pacaran (r=0,472;p<0,001). Artinya, semakin tinggi kelekatan anxious maka semakin tinggi ide bunuh diri pada dewasa awal dalam hubungan pacaran. Sementara itu, tidak terdapat korelasi yang signifikan antara gaya kelekatan avoidant dan ide bunuh diri (r=0,003; p=0,974).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK S.Psi.92-22 Nab h | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Dewasa awal, gaya kelekatan romantis, ide bunuh diri, pacaran | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1421-1441 Young adults. Youth. Teenagers |
||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 04:17 | ||||||
| Last Modified: | 16 Sep 2026 04:17 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147122 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


