Hubungan Antara Maskulinitas dan Intensi Mencari Bantuan pada Laki Laki Dewasa Awal dengan Stigma Diri Sebagai Mediasi

DINA VEBIANA (2022) Hubungan Antara Maskulinitas dan Intensi Mencari Bantuan pada Laki Laki Dewasa Awal dengan Stigma Diri Sebagai Mediasi. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
111911133154_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (350kB)
[img] Text (BAB I)
111911133154_BAB I.pdf

Download (75kB)
[img] Text (FULLTEXT)
111911133154_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Angka bunuh diri laki laki dibandingkan perempuan secara substansial lebih tinggi. Hal ini dapat dijelaskan oleh rendahnya kecenderungan laki laki dalam melakukan pencarian bantuan profesional. Dalam meninjau permasalahan ini, salah satu alasan mengapa laki laki cenderung tidak mencari bantuan adalah karena adanya sosialisasi peran gender yang terdiri dari maskulinitas. Maskulinitas mengajarkan laki-laki untuk kuat dan menolak keterbukaan. Oleh karena itu, muncul sikap yang negatif terhadap pencarian bantuan. Tidak hanya itu, stigma juga lekat dalam menjelaskan enggannya laki-laki dalam mencari bantuan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang ingin mengetahui hubungan antara maskulinitas dan intensi mencari bantuan laki-laki dewasa awal dengan stigma diri sebagai mediasi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 131 responden laki-laki di Indonesia. Skala yang digunakan pada penelitian ini adalah skala intensi mencari bantuan (MHSIS), skala maskulinitas (MRNI) dan skala stigma diri terhadap pencarian bantuan (SSOSH). Uji regresi linear dan uji mediasi terhadap jalur ketiga variabel dilakukan. Hasil analisis regresi linear menunjukan bahwa model regresi tidak signifikan secara statistik, yang mana maskulinitas hanya menjelaskan 2% varians dari intensi mencari bantuan (F = 2,40; p = 0,124; R2 = 0,02). Analisis mediasi menunjukkan bahwa terdapat mediasi penuh antara maskulinitas dan intensi mencari bantuan jika dimediasi oleh stigma diri (? = -0,016; t = -2,887; p = 0,004). Namun, hubungan antara maskulinitas dan intensi mencari bantuan secara langsung tidak signifikan (? = -0,016; t = -2,887; p = 0,004) Penelitian ini menyimpulkan bahwa stigma diri adalah faktor yang penting dalam menijau hubungan antara maskulinitas dengan intensi mencari bantuan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.Psi 185 - 23 Din h
Uncontrolled Keywords: help seeking intention, masculinity, self-stigma, male, young adult
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ1088-1090.7 Men
Divisions: 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi
Creators:
CreatorsNIM
DINA VEBIANANIM111911133154
Depositing User: Ika Rudianto
Date Deposited: 17 Sep 2026 07:00
Last Modified: 17 Sep 2026 07:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147134
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item