SITI RAHISYA MENTARI (2022) OPTIMALISASI PARAMETER PROSES ELECTROSPINNING TERHADAP KARAKTERISTIK NANOFIBER KOLAGEN-PCL UNTUK REKAYASA JARINGAN LUKA BAKAR. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
081711733043_HALAMAN JUDUL.pdf Download (201kB) |
|
|
Text (BAB I)
081711733043_BAB I.pdf Download (54kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
081711733043_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Luka bakar pada kulit manusia dapat disebabkan oleh trauma panas, bahan kimia, arus listrik, dan zat radioaktif. Bagian kulit dari epidermis sampai subkutan akan rusak apabila terkena luka bakar. Tingkat kerusakan luka bakar pada jaringan tubuh dipengaruhi oleh kedalaman luka bakar, luas luka bakar, mekanisme injury, dan durasi kontak dengan permukaan tubuh. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan studi penelitian mengenai rekayasa jaringan untuk mencari kandidat penutup luka sampai pada proses penyembuhan. Bahan yang digunakan untuk membuat serat nano adalah kolagen dan polycaprolactone. Variasi perameter yang digunakan pada artikel review ini meliputi tegangan, laju alir, dan jarak dari ujung jarum menuju kolektor. Tujuan dari artikel review ini untuk mengetahui pengaruh parameter proses elektrospinning terhadap karakteristik serat dan nilai parameter proses yang optimal untuk membentuk serat nano kolagen-PCL. Hasil serat nano kolagen PCL dikarakterisasi dengan uji morfologi sampel menggunakan SEM, kekuatan tarik menggunakan autograph, dan sudut kontak menggunakan metode sessile drop. Berdasarkan studi literatur, diameter serat meningkat apabila laju alir ditingkatkan dari 0,2 mL/jam menjadi 1 mL/jam. Sedangkan penurunan ukuran diameter serat dipengaruhi oleh peningkatan tegangan dari 10 kV menjadi 20 kV dan jarak ujung jarum dengan kolektor dari 15 cm menjadi 20 cm. Diameter serat yang semakin besar meningkatkan kekuatan tarik dan derajat sudut kontak dari serat nano. Peningkatan nilai sudut kontak menyebabkan serat bersifat hidrofobik dan kurang sesuai untuk perlekatan dan penyebaran sel. Parameter proses yang optimal untuk menghasilkan serat dengan karakteristik morfologi yang homogen dan sifat mekanik yang sesuai terdapat pada tegangan 20 kV, laju alir 1 mL/jam dan jarak ujung jarum dengan kolektor sebesar 20 cm. Selain itu, peningkatan konsentrasi kolagen juga mempengaruhi sifat mekanik serat menjadi lebih baik. Kata kunci: luka bakar, polycaprolactone, kolagen, nanofiber, parameter proses elektrospinning.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FST.TB 94 - 23 Sit o | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | burns, polycaprolactone, collagen, nanofiber, electrospinning process parameters | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation | |||||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Tekno Biomedik | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 00:11 | |||||||||
| Last Modified: | 28 Sep 2026 00:11 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/147960 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


