WARDAH TSAMARAH AZZAHLA, - (2022) Analisis Faktor Personal dan Situasional yang Mempengaruhi Praktik Kolaborasi Interprofesi dan Lintas Sektor dalam Intervensi Prioritas Penurunan Stunting di Wilayah Kerja Puksemsas Uungpangkah. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
cover.pdf Download (378kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (81kB) |
|
|
Text (full text)
101811133133.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
"Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Ujungpangkah belum mengalami penurunan yang signifikan. Salah satu desa dengan jumlah kejadian stunting tertinggi ialah Desa Pangkahkulon dengan 24 kejadian balita stunting per Desember 2021. Prevalensi yang tidak kunjung turun disebabkan oleh penanganan stunting yang memerlukan kolaborasi dari lintas profesi dan sektor terkait. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor personal dan situasional terhadap intervensi prioritas penurunan stunting di Desa Pangkahkulon. Jenis penelitian adalah studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Besar sampel penelitian sebesar 145 responden yakni petugas penatalaksanaan stunting di Desa Pangkahkulon yang dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 32 item pertanyaan yang meliputi faktor personal (10 item), faktor situasional (10 item), dan praktik kolaborasi interprofesi dan lintas sektor (12 item). Teknik analisis data adalah regresi linier ganda menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor personal yang berpengaruh terhadap praktik kolaborasi interprofesi dan lintas sektor adalah kerja sama (p=0.007; ?=0.236) dan kemampuan berkomunikasi (p=0.041; ?=0.176) dengan nilai p< 0,05. Selain itu, faktor situasional yang berpengaruh terhadap praktik kolaborasi interprofesi dan lintas sektor adalah pemberdayaan (p=0.027; ?=0.189) dan kondisi sumber daya (p=0.000; ?=0.389) dengan p< 0,05. Kesimpulan penelitian adalah praktik kolaborasi interprofesi dan lintas sektor dalam intervensi prioritas penurunan stunting dipengaruhi oleh bekerja sama, kemampuan berkomunikasi, pemberdayaan, dan kondisi sumber daya. Oleh karenanya, saran yang diberikan peneliti berdasarkan penelitian ini adalah perlu meresmikan tim penatalaksanaan penurunan stunting, memperbanyak frekuensi pertemuan, mengadakan pembinaan dan pelatihan petugas, serta membuat perencanaan kegiatan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran. "
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM 77 - 23 War a | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | stunting, collaboration, interprofessional collaboration, governance collaboration | ||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 02:05 | ||||||
| Last Modified: | 30 Sep 2026 02:05 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148122 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


