Usreg Sri Handajani, - and Budiono, - (2001) Pengaruh Pemberian Arang Kayu Tradisional Terhadap Kandungan Logam Berat Hg Dan Pb Dalam Kaldu Kupang. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
USREG SRI HANDAJANI.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Logam berat berbahaya Hg dan Pb disinyalir telah mencemari biota laut, termasuk kupang. Pada proses pengolahannya, logam Hg dan Pb ini dapat larut ke dalam air rebusan atau kaldu. Arang kayu tradisional diduga merupakan bahan adsorben yang mampu mengadsorpsi logam Hg dan Pb dari bahan cair. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian arang kayu tradisional terhadap penurunan kandungan logam Hg dan Pb dalam kaldu kupang. Sampel penelitian berupa kupang beras (Corbula faba), karena jenis kupang ini dikonsumsi manusia dan berasal dari estuari Sidoarjo. Kupang dari Sidoarjo dipilih karena diketahui mengandung logam Hg dan Pb yang relatif tinggi dibandingkan dengan kupang dari daerah lain. Sampel kupang direbus sampai mendidih pada suhu 100°C selama 30 menit dengan perbandingan berat kupang dan air sebesar 1:1. Perlakuan yang diberikan adalah: (1) perlakuan I, kupang direbus sampai mendidih pada suhu 100°C selama 30 menit tanpa penambahan arang kayu, kemudian didinginkan; (2) perlakuan II, kupang ditambah arang kayu, direbus sampai mendidih pada suhu 100°C selama 30 menit, didinginkan, kemudian arang kayu diambil setelah 3 jam; (3) perlakuan III, dengan perlakuan yang sama, tetapi arang kayu diambil setelah 6 jam; (4) perlakuan IV, arang kayu diambil setelah 9 jam, kemudian kaldu dibiarkan sampai 12 jam; dan (5) perlakuan V, arang kayu diambil setelah 12 jam. Semua perlakuan, sejak didinginkan, didiamkan sampai 12 jam dan kemudian ditambahkan air bebas mineral hingga volume 500 ml. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Analisis kadar Hg dan Pb dalam kaldu kupang dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Varian Spectr. AA-50/55, dengan satuan mg/kg (ppm). Analisis data untuk membandingkan perlakuan dilakukan menggunakan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji komparasi ganda LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaldu kupang pada semua perlakuan masih mengandung logam Hg dan Pb. Kelompok I yang tidak diberi arang kayu tradisional mempunyai kadar Hg sebesar 0,0221 ppm dan Pb sebesar 0,164 ppm, yang merupakan kadar tertinggi. Hasil analisis ANOVA yang dilanjutkan dengan uji komparasi ganda LSD menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antarperlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa arang kayu tradisional mampu mengadsorpsi dan menurunkan kadar Hg hingga 54,31% dan Pb hingga 21,52% dalam kaldu kupang secara bermakna pada waktu kontak 3 sampai 12 jam. Apabila hasil penelitian ini akan diterapkan dalam pengolahan kupang menjadi kupang lontong untuk dikonsumsi, perlu diperhatikan lama perendaman arang kayu tradisional karena kaldu kupang berpotensi mengalami pembusukan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Airlangga Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kayu Tradisional | ||||||
| Subjects: | Q Science > QH Natural history > QH301 Biology | ||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 08:36 | ||||||
| Last Modified: | 30 Sep 2026 08:36 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148162 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


