Otty Ratna Wahyuni, - and Yunita Savitri, - (2003) Pengaruh Pencabutan Gigi P2-M2 Rahang Atas Terhadap Perubahan Besarnya Volume Sinus Maksilaris. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Otty Ratna Wahyuni, Drg., M.Kes. & Drg. Yunita Savitri.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan. Apakah proses resorbsi setelah pencabutan geligi P2-M2 rahang atas pada 1-2 tahun yang lalu akan merubah besarnya ukuran sinus maksilaris dibandingkan dengan ukuran sinus maksilaris yang normal pada sisi lain pada penderita yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat peningkatan besarnya ukuran sinus maksilaris setelah dilakukan pencabutan geligi P2-M2 rahang atas 1-2 tahun yang lalu dibandingkan dengan ukuran sinus maksilaris yang normal pada sisi lain dari penderita yang sama. Penelitian dilakukan pada 15 penderita, data diambil dari status penderita di Laboratorium Bedah Mulut FKG Unair dengan kriteria pencabutan sederhana sekitar 1-2 tahun yang lalu gigi P2-M2 rahang atas, tidak memakai gigi tiruan sebagai pengganti dan sisi lainnya sebagai kontrol dengan susunan gigi yang masih lengkap dengan lengkung yang normal. Seluruh penderita difoto teknik ekstra oral dengan proyeksi panoramik yang dilakukan di Unit Radiologi Dental. Hasil foto radiografik daerah sinus maksilaris diukur dengan menggunakan mistar dalam dua dimensi pada sisi bekas pencabutan sebelah mesial dan distal diukur panjang dan tinggi kemudian dibandingkan dengan sisi kontrol. Pada dimensi yang lain daerah edentulous diukur tinggi sinus maksilaris kemudian dibandingkan dengan sisi kontrol. Hasil foto radiografik diamati oleh 3 orang pengamat yang bekerja di Laboratorium Radiologi Dental dan dilakukan uji validitas terhadap 10 sampel. Selanjutnya dianalisa dengan T Score. Hasil penelitian menunjukkan panjang sinus maksilaris pada sisi mesial dan distal pencabutan dibandingkan dengan sisi kontrol (p>0,05). Sedangkan tinggi sinus maksilaris pada sisi mesial dan distal pencabutan dibandingkan dengan sisi kontrol (p>0,05). Serta daerah edentulous sinus maksilaris dibandingkan dengan sisi kontrol (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna atau tidak ada perubahan ukuran sinus maksilaris di daerah sisi mesial dan distal setelah proses pencabutan P2-M2 dibandingkan dengan ukuran sinus maksilaris yang normal. Sedangkan daerah edentulous setelah pencabutan P2-M2 terdapat perubahan ukuran dari sinus maksilaris yang semakin besar atau ada perbedaan yang bermakna. Berdasarkan hasil penelitian disarankan penderita segera mengganti dengan gigi tiruan setelah pencabutan gigi posterior rahang atas, hal ini untuk mencegah terjadinya perforasi ruang sinus maksilaris dan perubahan besarnya ukuran sinus maksilaris oleh karena proses resorbsi.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pencabutan Gigi, Volume Sinus Maksilaris | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry | ||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 06:38 | ||||||
| Last Modified: | 07 Oct 2026 06:38 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148817 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


